Apa yang muncul di benak anda jika membaca judul posting di atas? “Pesan Antar”.. pasti pikiran yang muncul adalah makanan lezat yang bisa kita pesan lewat telepon untuk kemudian makanan tersebut diantar ke rumah kita.. di saat hujan, di saat tidak ada kendaraan…. atau ketika kita sedang sakit dan nggak bisa keluar rumah… bahasa kerennya ”Delivery Order” gitu loh
Nah, iklan ”Pesan Antar” yang saya temui kali ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan makanan lezat… tapi sangat bermanfaat ketika kita sedang sakit… Apa itu? Pasti bisa nebak kan? Click here to read more.. »
Bontang tempat saya dan keluarga tinggal telah semakin dikenal dibandingkan dengan lebih dari 15 tahun yang lalu saat saya mulai menginjakkan kaki di bumi Kalimantan Timur ini. Bontang sekarang juga semakin ramai, walau akses ke Bontang melalui udara dan laut tidak mengalami kemajuan alias itu-itu saja.. namun transportasi darat dari Samarinda ke Bontang mengalami kemajuan yang pesat.. dulu bis AKDP yng digunakan adalah bis tigaperempat dengan AC palsu alias Angin Cendela yang panas.. sekarang sudah banyak bis umum jalur Bontang-Samarinda pp, bahkan Bontang-Balikpapan pp yang menggunakan AC beneran.. alias Air Conditioning
Lalu bagaimana dengan penghijauan kotanya? Ini yang agak sulit.. kemajuan kota sepertinya sebanding dengan
meningkatnya jumlah penduduk.. peningkatan jumlah penduduk tentunya membutuhkan lahan yang luas untuk tempat tinggal.. Nah, sepertinya sulit mendapatkan area di Bontang yang dipenuhi oleh pepohonan besar-besar yang rindang (hmm.. sepertinya disepanjang jalan Samarinda-Bontang nasibnya juga sama.. ). Ini sih sudah problem lamaaaaa yach… Pemkot Bontang saat ini sedang berusaha untuk membuat Bontang lebih hijau dengan slogan Kota Taman nya .. Tertib-Mandiri-Agamis-Aman-dan Nyaman.. bener-bener disulap menjadi kota yang penuh taman… Hmm.. tapi yang namanya taman kan bukan berisi pohon-pohon hutan yang gede-gede? Lalu dimana bisa melihat hutan kota yang hijau di Bontang? Click here to read more.. »
Siapa bilang syukuran alias makan-makan di restaurant lebih asyik daripada syukuran atau makan-makan di rumah, ndak juga loh… Buktinya bulan Januari yang lalu tepat di tanggal 31 Januari 2009, sehari sebelum terbang kembali ke Balikpapan, saya dan keluarga besar serta handai taulan ngadain syukuran kecil-kecilan di rumah (bunda).. masih dalam rangkaian seri wisuda. Wah.. lha kok ndak rampung-rampung cerita syukurannya… hehehehe… maklumlah, supporternya banyak sih.. yang dukung dalam doa juga banyak.. tak ada salahnya membagi kebahagiaan dengan saudara-saudara. Biar praktis, maka saya minta tolong tante untuk masakin makanan-makanan yang kami suka.. hehehe… niatnya ngajak makan sanak-saudara dan handai taulan atau mau makan sendiri nih..
Wah.. joss tenan.. enak sekali, ndak kalah dengan masakan restaurant… bener nih… ndak kalah deh. Apa saja sih masakannya?
Click here to read more.. »
Masih cerita ketika di Jogja bulan lalu… jalan-jalan bersama keluarga, tepatnya di hari Minggu 25 Januari 2008.. denbagus Aldi minta diantar ke Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala Yogyakarta… Kenapa minta kesitu? Karena dulu ketika menemani denayu sekolah S2 di Jogja, Aldi yang masih TK sempat diajak ke Museum itu yang banyak pesawat terbangnya.. alhasil dia pun ingin bernostalgia kesitu. Yach.. cerita sebulan yang lalu.. mudah-mudahan masih bisa runtut menceritakannya. Maklumlah, akhir-akhir ini sibuk banget.. sampai-sampai ndak sempat ngeblog.. apalagi blogwalking (maaf ya teman-teman… saya pasti singgah kok… ).. Kembali ke laptop.. eh.. kembali ke topik.. Siang itu Jogja panas banget, pinjam si Zebra punya bunda keluaran tahun 1988 yang masih joss
mesinnya, kami berempat pun meluncur ke daerah Janti – Jogja, tepat setelah menyeberang rel KA dari arah utara dibawah jembatan layang Janti.. kamipun masuk ke kompleks TNI-AU.. harus lapor dulu ke petugas piket.. ngisi buku tamu.. karena Museum itu berada didalam kompleks TNI-AU. Ndak jauh dari gate piket tadi… sampailah ke area Museum yang sudah banyak mobil pengunjung parkir disitu.. Jelas sekali terlihat kalau itu museum pesawat terbang karena di lapangan banyak dipasang pesawat-pesawat terbang milik TNI-AU yang sudah tidak dioperasikan lagi…
Click here to read more.. »
Seribu bambu.. demikian terjemahan bebasnya.. rumah makan ini dulunya memang dibangun dengan batang bambu yang jumlahnya mungkin ribuan.. terletak di Jalan Magelang Jogjakarta. Wah, kalimat pertama postingan ini sudah menjurus ke masalah kuliner lagi… apalagi judulnya…
Maklum yach.. ini soalnya masih dalam satu rangkaian postingan “Akhirnya Datang Juga” ketika saya dan keluarga di Jogja akhir Januari 2009 yang lalu… saya tidak mau ketinggalan untuk mencatat di blog ini. Tepatnya di tanggal 29 Januari 2009 selepas mengikuti Wisuda Program Pasca Sarjana di GSP Universitas Gadjah Mada Jogjakarta. Banyak selebaran yang terselip di wiper kaca mobil.. salah satunya adalah selebaran dari Rumah Makan Taman Pringsewu Jl. Magelang KM. 9 Jogjakarta..
bahkan disitu tertulis free 2 porsi sup iga untuk syukuran wisuda… bisa dibawa pulang lagi. Hmmm.. sebenarnya saya kesitu bukan karena selebaran itu, saya dan teman-teman yang sama-sama wisuda (selamat buat pak Budiono dan pak Agung) sehari sebelumnya memang sudah sepakat untuk mengajak keluarga makan siang di RM Taman Pringsewu, ide ini muncul karena pada saat kuliah pertama di Jogja, kami sekelas dijamu oleh MM-UGM, cultural lunch, di RM Taman Pringsewu.. jadi ndak ada salahnya kalau setelah lulus mengulang makan disitu lagi..
dan saya sudah booking sehari sebelumnya untuk 16 orang… sekaligus mengundang teman-teman kami yang sama-sama dari Bontang yang pada hari itu baru saja selesai menjalani Seminar Proposal Penelitian S2 nya di T-Mesin UGM… (selamat buat pak Basuki, pak Amex, pak Boyke, dan pak Bimo)
Click here to read more.. »
Menu kuliner di Bontang yang dijual di tempat umum tidaklah selengkap di kota-kota besar.. paling banter yang gampang dijumpai adalah sate, bakso, soto, coto makasar, siomay, batagor, mpek-mpek, nasi goreng, rawon, mie goreng, menu sea food, dan lain sebagainya.. tidak ada yang namanya mie kocok, tengkleng, palumara, lotek, apalagi mie kangkung… (kami menyebutnya Mingkung
). Alhasil ketika weekend kemarin denayu pengen mie kangkung.. harus bikin sendiri alias masak sendiri… Yach.. lumayanlah.. berbekal buku resep, rasanya oke juga.. ndak kalah dengan mingkung yang pernah kami beli di food court MTA Jakarta.. halah
Tinggal di Bontang memang harus kreatif.. dengan keterbatasan yang ada.. tetep saja bisa ngerasain menu kuliner yang bervariasi…
Saya tidak akan membahas salah satu program acara di televisi, “Akhirnya Datang Juga” yang presenternya si Olga itu..
Saya mau mencatat pengalaman hidup saya yang membahagiakan sekaligus mengharubirukan perasaan disini (boleh ya?).. ceilah.. heboh banget deh
Bagaimana tidak heboh, semenjak 17 Desember 2005 saya mulai menimba ilmu di Magister Manajemen (MM) UGM, dimulai dengan program matrikulasi, lalu kuliah dari 17 Juni 2006 sampai pada pertapaan di Jogja untuk melakukan penelitian pada bulan Oktober 2008 yang lalu hingga ujian 12 Desember 2008 dan “akhirnya datang juga”.. Wisuda Pascasarjana Universitas Gadjah Mada 29 Januari 2009 di Grha Sabha Pramana.. gedung yang megah dan prestisius di kawasan UGM Yogyakarta… bersama dengan 930-an wisudawan/wisudawati program S2 dan S3. Walau dulu S1 nya juga di UGM, tapi saya belum pernah loh merasakan Wisuda di Grha Sabha Pramana.. dulu wisuda S1 di bawah tenda raksasa di Balairung UGM.. (mesakke yo..) Nah.. wisuda di Grha Sabha Pramana ternyata menjadi obsesi saya juga.. hehehe
Click here to read more.. »
Numani… bisa berarti sesuatu yang bikin kita ketagihan untuk menikmatinya lagi, that is bahasa Jawa… tapi yang ini adalah nama sebuah Rumah Makan di daerah selatan Jogjakarta.. tepatnya di jalan Parangtritis Kabupaten Bantul. Mungkin maksud si empunya rumah makan memberi nama Numani agar siapa yang datang kesitu, bakalan datang lagi alias tuman.. alias ketagihan… Buat warga Jogja atau yang sering ke Jogja, tentunya tau rumah makan sejenis RM Numani yang banyak bertebaran di Jogjakarta.. rumah makan yang didesain ala pedesaan dengan saung.. oppss.. gubuk-gubuknya.. dikelilingi kolam ikan disekitarnya.. dengan menu gurami goreng.. gurami bakar.. ikan nila goreng.. mangut lele.. wader goreng.. ayam goreng.. dan lain-lain. Saat itu hari Senin 26 Januari 2009 pas liburan Imlek,.. Gong Xi Fat Choi… saya sekeluarga bersama
bunda dan keluarga dinda dari Solo bersama-sama menuju RM Numani untuk makan siang bersama.. 14 orang.. keluarga besar
Saat itu yang namanya RM Numani lagi banyak pengunjung, selain mobil pribadi… ada 3 bis pariwisata yang parkir disitu juga.. wuih.. penuh tenan. Maklumlah, long weekend.. Jogja diserbu wisatawan.. apalagi RM Numani kan terletak di akses jalan menuju pantai Parangtritis yang terkenal itu. Saung.. eh gubug yang kosong tinggal jauh dibelakang.. sebenarnya dekat dengan hamparan sawah hijau nan asri.. namun karena areanya panas dan bising genset.. kami pun pilih di gubug yang agak di tengah.. di dekat kolam ikan… tentunya harus sabar menunggu meja dibersihkan karena baru saja selesai dipakai pelanggan yang lain. Menunya apa saja sih yang dipesan? Enak nggak? Click here to read more.. »
Jangan heran dengan judul posting di atas, ini sungguh-sungguh terjadi. Buat saya yang bekerja di kompleks pabrik petrokimia larangan foto di area pabrik adalah hal yang wajar demi keselamatan… tetapi ini di lobby hotel loh.. Penasaran? Baca cerita selengkapnya deh…
Intermezzo… masih di Jakarta
Pulang meeting di Gedung Tetra Pak Warung Buncit, saya jalan kaki ke Pejaten Village The Lippo Mall, mall baru di perempatan Pejaten persis di seberang Republika. Relatif masih sepi.. tenant yang besar baru Matahari dan Hypermart.. dan pujasera. Berhubung sudah jam makan malam, saya pun ke Pujaseranya yang ada di lantai 1. Hmm.. pilih-pilih.. saya tertarik dengan counter Soto Mie.. Buat saya soto mie sudah tidak asing lagi… masakan khas Sunda gitu.. Nah.. yang ini ada tambahan embel-embel Bogor jadi Soto Mie Bogor… Penasaran saja sih, apa bedanya dengan Soto Mie yang biasa saya makan… Hmm.. ternyata kuahnya lebih “gelap” dan sedikit pedas merica.. Ini cara masaknya yang beda atau soto mie memang begitu ya? Ada yang tau? Maklum lah.. saya kan sebatas konsumen saja… ndak tau cara masaknya.. Yang penting enak.. slurrpp
