9 April adalah hari yang teristimewa buat kami sekeluarga.. ultah pernikahan… ada juga yang menyebut ultah perkawinan.. mana yang betul sih? heheheh…
Ya pokoknya gitu deh… yang namanya ultah biasanya kan “diperingati” dengan sesuatu yang istimewa, demikian juga saya-denayu-dan denbagus Riza-Aldi. Tanggal 9 April kali ini bertepatan dengan pesta demokrasi pileg, disambung libur panjang… long wiken… Ya karena ndak ada rencana kemana-mana alias di Bontang aja (mau ke Samarinda atau Balikpapan, pada ndak mau… ) kami merayakannya di Bontang saja setelah pagi harinya ikut pesta demokrasi di TPS-01, kami rayakan di sebuah rumah makan di Bontang (kalau masak sendiri ntar malah dah capek duluan.. ) dengan menu yang “istimewa” yang belum pernah kami makan di Bontang tapi pernah kami rasakan waktu kami ke Bali dan Makassar beberapa waktu yang lalu. Apa itu? Continue reading
Sup Ikan dan Kepiting Bakar di Ultah Pernikahan
Iseng Di Hari Libur
Long wiken di rumah saja apalagi di garis Khatulistiwa begini tidak banyak yang bisa dilakukan
Jalan ke pusat keramaian atau tujuan wisata yang ada di Bontang, juga sudah sering dilakukan… Akhirnya ya cari-cari kesibukan di rumah, kesibukan apalagi ya .. lagi-lagi soal kuliner.. makan dan makan.. weleh.. weleh…
Hobby kali ya? Kali ini bukan denayu yang masak.. tapi saya saja yang iseng…. tanpa sepengetahuan denanyu, bikin kotor peralatan dapur…
Mungkin kalau hobby ini dipupuk..bisa nyaingi Rudy Choiruddin
Tidak susah sih yang dibuat.. sosis gulung mie… mie kering direbus kemudian dikasih sedikit bumbu bawang putih, mrica, dan garam.. digulungkan di sosis mentah.. lalu digoreng sreng… sampai semuanya kering… Gampang kan? Namanya aja iseng… hehehehe.
Kala sibuk di Bontang
Sudah cukup lama saya tidak terbang keluar pulau Kalimantan dibandingkan beberapa bulan yang lalu
Kala sibuk di Bontang, sepertinya susah cari materi yang bisa saya catat disini. Mungkin ada… mungkin itu pengalaman bersama keluarga beli alat pancing yang ndak dipakai-pakai karena masih bingung cara ngerakitnya.. lha seumur-umur belum pernah mancing.. hehehehe (ngaku ni ye..). Denbagus Aldi minta mancing… Sabar ya nak… papa cari pencerahan dulu (mesakke banget deh..)
. Mungkin cerita kuliner di Bontang saja.. entah itu warung nasgor Lavista yang baru saja dipugar ala cafe gaul… atau Kepiting Bakar Prasaojo.. menu baru yang belum pernah saya coba.. atau klinong-klinong dengan si CS1 di sore hari… Aaahh.. entahlah.. pasti nanti ada yang bisa saya catat disini
Bagaimanapun juga… terima kasih buat blogger ataupun blogwalker.. atau siapapun yang sudah mampir ke blog ini. Semoga bermanfaat… Tunggu kisah selanjutnya.. ceilah
Menu Wiken di Rumah
Wiken di rumah ngapain lagi kalau ndak cari-cari kegiatan buat ngisi waktu liburan.. apalagi di Bontang gitu loh… Nah.. setelah mingkung (mie kangkung) beberapa minggu yang lalu.. kali ini menu wiken di rumah adalah.. bihun godog Jogja.. made in Bontang… alias bikin sendiri… Tentunya berbekal resep dan tanya pengalaman saudara-saudara dan bunda di Jogja… jadilah Bihun Godog Jogja ala Bontang versi denayu… halah.. lengkap banget deh.. hehehehe. Enak… apalagi yang masak denayu…
Yang jelas, bisa “membunuh” sementara rasa kangen akan Jogja terutama dengan bihun godognya… dimakan panas-panas.. sambil nyeplus lombok rawit.. Mantabbbsssss!!!
Yang Enak di Samarinda
Masih di Samarinda! Tanggal 5-6 Maret 2009 yang lalu saya berkesempatan ke Samarinda untuk suatu urusan di kantor BLH.. yang ini bukan Bantuan Lembaga Hukum.. eh.. Lembaga Bantuan Hukum yach
tetapi Badan Lingkungan Hidup sekaligus ada urusan di Imigrasi untuk memperpanjang Paspor yang dah habis masa berlakunya bulan lalu bersama Denayu.. Sebelum kembali ke Bontang, saya dan Denayu menyempatkan mampir makan siang di RM Dapur Desa di jalan Hasan Basri 88B Samarinda… Saya pernah makan di RM Dapur Desa yang di Surabaya… mungkin ini franchise-nya yach… hmm.. ternyata enak juga.. ndak kalah sama yang di Surabaya
Pesan Antar
Apa yang muncul di benak anda jika membaca judul posting di atas? “Pesan Antar”.. pasti pikiran yang muncul adalah makanan lezat yang bisa kita pesan lewat telepon untuk kemudian makanan tersebut diantar ke rumah kita.. di saat hujan, di saat tidak ada kendaraan…. atau ketika kita sedang sakit dan nggak bisa keluar rumah… bahasa kerennya ”Delivery Order” gitu loh
Nah, iklan ”Pesan Antar” yang saya temui kali ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan makanan lezat… tapi sangat bermanfaat ketika kita sedang sakit… Apa itu? Pasti bisa nebak kan? Continue reading
Hijaunya Bontang ku
Bontang tempat saya dan keluarga tinggal telah semakin dikenal dibandingkan dengan lebih dari 15 tahun yang lalu saat saya mulai menginjakkan kaki di bumi Kalimantan Timur ini. Bontang sekarang juga semakin ramai, walau akses ke Bontang melalui udara dan laut tidak mengalami kemajuan alias itu-itu saja.. namun transportasi darat dari Samarinda ke Bontang mengalami kemajuan yang pesat.. dulu bis AKDP yng digunakan adalah bis tigaperempat dengan AC palsu alias Angin Cendela yang panas.. sekarang sudah banyak bis umum jalur Bontang-Samarinda pp, bahkan Bontang-Balikpapan pp yang menggunakan AC beneran.. alias Air Conditioning
Lalu bagaimana dengan penghijauan kotanya? Ini yang agak sulit.. kemajuan kota sepertinya sebanding dengan
meningkatnya jumlah penduduk.. peningkatan jumlah penduduk tentunya membutuhkan lahan yang luas untuk tempat tinggal.. Nah, sepertinya sulit mendapatkan area di Bontang yang dipenuhi oleh pepohonan besar-besar yang rindang (hmm.. sepertinya disepanjang jalan Samarinda-Bontang nasibnya juga sama.. ). Ini sih sudah problem lamaaaaa yach… Pemkot Bontang saat ini sedang berusaha untuk membuat Bontang lebih hijau dengan slogan Kota Taman nya .. Tertib-Mandiri-Agamis-Aman-dan Nyaman.. bener-bener disulap menjadi kota yang penuh taman… Hmm.. tapi yang namanya taman kan bukan berisi pohon-pohon hutan yang gede-gede? Lalu dimana bisa melihat hutan kota yang hijau di Bontang? Continue reading
Asyiknya Syukuran di Rumah
Siapa bilang syukuran alias makan-makan di restaurant lebih asyik daripada syukuran atau makan-makan di rumah, ndak juga loh… Buktinya bulan Januari yang lalu tepat di tanggal 31 Januari 2009, sehari sebelum terbang kembali ke Balikpapan, saya dan keluarga besar serta handai taulan ngadain syukuran kecil-kecilan di rumah (bunda).. masih dalam rangkaian seri wisuda. Wah.. lha kok ndak rampung-rampung cerita syukurannya… hehehehe… maklumlah, supporternya banyak sih.. yang dukung dalam doa juga banyak.. tak ada salahnya membagi kebahagiaan dengan saudara-saudara. Biar praktis, maka saya minta tolong tante untuk masakin makanan-makanan yang kami suka.. hehehe… niatnya ngajak makan sanak-saudara dan handai taulan atau mau makan sendiri nih..
Wah.. joss tenan.. enak sekali, ndak kalah dengan masakan restaurant… bener nih… ndak kalah deh. Apa saja sih masakannya?
Continue reading
Museum Dirgantara
Masih cerita ketika di Jogja bulan lalu… jalan-jalan bersama keluarga, tepatnya di hari Minggu 25 Januari 2008.. denbagus Aldi minta diantar ke Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala Yogyakarta… Kenapa minta kesitu? Karena dulu ketika menemani denayu sekolah S2 di Jogja, Aldi yang masih TK sempat diajak ke Museum itu yang banyak pesawat terbangnya.. alhasil dia pun ingin bernostalgia kesitu. Yach.. cerita sebulan yang lalu.. mudah-mudahan masih bisa runtut menceritakannya. Maklumlah, akhir-akhir ini sibuk banget.. sampai-sampai ndak sempat ngeblog.. apalagi blogwalking (maaf ya teman-teman… saya pasti singgah kok… ).. Kembali ke laptop.. eh.. kembali ke topik.. Siang itu Jogja panas banget, pinjam si Zebra punya bunda keluaran tahun 1988 yang masih joss
mesinnya, kami berempat pun meluncur ke daerah Janti – Jogja, tepat setelah menyeberang rel KA dari arah utara dibawah jembatan layang Janti.. kamipun masuk ke kompleks TNI-AU.. harus lapor dulu ke petugas piket.. ngisi buku tamu.. karena Museum itu berada didalam kompleks TNI-AU. Ndak jauh dari gate piket tadi… sampailah ke area Museum yang sudah banyak mobil pengunjung parkir disitu.. Jelas sekali terlihat kalau itu museum pesawat terbang karena di lapangan banyak dipasang pesawat-pesawat terbang milik TNI-AU yang sudah tidak dioperasikan lagi…
Continue reading
Syukuran Wisuda di Pringsewu
Seribu bambu.. demikian terjemahan bebasnya.. rumah makan ini dulunya memang dibangun dengan batang bambu yang jumlahnya mungkin ribuan.. terletak di Jalan Magelang Jogjakarta. Wah, kalimat pertama postingan ini sudah menjurus ke masalah kuliner lagi… apalagi judulnya…
Maklum yach.. ini soalnya masih dalam satu rangkaian postingan “Akhirnya Datang Juga” ketika saya dan keluarga di Jogja akhir Januari 2009 yang lalu… saya tidak mau ketinggalan untuk mencatat di blog ini. Tepatnya di tanggal 29 Januari 2009 selepas mengikuti Wisuda Program Pasca Sarjana di GSP Universitas Gadjah Mada Jogjakarta. Banyak selebaran yang terselip di wiper kaca mobil.. salah satunya adalah selebaran dari Rumah Makan Taman Pringsewu Jl. Magelang KM. 9 Jogjakarta..
bahkan disitu tertulis free 2 porsi sup iga untuk syukuran wisuda… bisa dibawa pulang lagi. Hmmm.. sebenarnya saya kesitu bukan karena selebaran itu, saya dan teman-teman yang sama-sama wisuda (selamat buat pak Budiono dan pak Agung) sehari sebelumnya memang sudah sepakat untuk mengajak keluarga makan siang di RM Taman Pringsewu, ide ini muncul karena pada saat kuliah pertama di Jogja, kami sekelas dijamu oleh MM-UGM, cultural lunch, di RM Taman Pringsewu.. jadi ndak ada salahnya kalau setelah lulus mengulang makan disitu lagi..
dan saya sudah booking sehari sebelumnya untuk 16 orang… sekaligus mengundang teman-teman kami yang sama-sama dari Bontang yang pada hari itu baru saja selesai menjalani Seminar Proposal Penelitian S2 nya di T-Mesin UGM… (selamat buat pak Basuki, pak Amex, pak Boyke, dan pak Bimo)
Continue reading