Perjalanan ke Samarinda dari Bontang lewat jalan darat sudah sering saya lakukan.. uniknya, setiap menempuh perjalanan ke Samarinda, ada saja lubang baru yang ditemui di jalan.. ada saja longsoran baru di tepi jalan.. seakan-akan ndak pernah kelar.. diperbaiki.. rusak lagi.. diperbaiki.. rusak lagi. Alhasil saya pun harus waspada dan konsentrasi penuh mengamati kondisi jalan saat mengemudikan si Oxxy menempuh liku-liku perjalanan Bontang – Samarinda pp yang jaraknya 125 km di hari Natal 25 Desember 2008 yang lalu… sekaligus liburan dengan keluarga ke Samarinda dan dilanjut ke Balikpapan menghabiskan libur panjang 5 hari…
Pengennya sih nyeberang ke Jawa atau keluar Kalimantan, tapi Januari ini dah ada planning untuk ke Jogja (nah.. wisata kuliner lagi..), makanya ditahan dulu.. sekarang ke Samarinda dan Balikpapan dulu.. gitu loh..
Berempat berangkat dari rumah sudah agak siang, cuaca cerah berawan sebagian.. dan TV gencar sekali memberitakan Samarinda lagi terendam banjir.. dough…. ?!?!?! Continue reading ‘Liku-liku Perjalanan ke Samarinda’
Archive for the 'Travelling' Category
Buat kita yang tinggal di daerah tropis, tentunya tidak aneh dengan buah-buahan seperti belimbing, bengkoang, pepaya, jambu, kedondong, dan sebagainya. Buat yang tinggal di Indonesia khususnya yang berasal dari Jawa mana saja, pasti juga kenal apa itu rujak dan lotis.. buah-buahan yang dimakan dengan gula jawa (gula kelapa) yang diuleg dengan sedikit kencur, garam, dan cabe rawit lalu diberi sedikit air.. hmmm. Siapa sih penemu makanan ini? Yang jelas, sejak kecil saya sudah dikenalkan dengan jenis makanan ini. Lalu bedanya apa antara rujak dan lotis… hmm.. ternyata di
berbagai daerah beda-beda yach.. kalau setahu saya, rujak tuh buahnya diserut atau di-slice atau dipotong-potong kecil-kecil lalu dicampur dengan sambal gula jawa yang pedes itu… kalau lotis, buahnya dipotong-potong agak besar lalu sebelum dimakan dicocol di sambalnya… hmmm… Lha kalau “lotisan”.. ya dari kata kerja dari kata dasar lotis.. halah.. gitu aja kok dibahas sih.. hehehe. Yang jelas, selain makan besar.. nasi liwet dan bakar-bakaran sea food, waktu di Beras Basah kemarin juga asyik dengan hidangan penutup “LOTIS”… cocok deh, di pantai yang panas gitu (tapi anginnya semilir) bikin tambah segaaaarrrr… iya toh. Continue reading ‘Segarnya Lotisan di Beras Basah’
Gak ngira di Bontang ada pantai bagus kayak gini, gak kalah deh dengan Kuta Bali.. hehehe. Masih di Bontang nih.. dan ini bukan cerita tentang beras yang basah karena kebanjiran
Hari Minggu wiken kemarin saya ikut rombongan tempat kerja Denayu outing di Pulau Beras Basah… (lho katanya masih di Bontang, kok di pulau?
) sebuah pulau kecil di lepas pantai Bontang.. (betul kan, masih di Bontang
). Pulau ini lebih dekat ke pantai Marina punya PT. Badak LNG dan juga dekat dengan pelabuhan muat
batubara PT. Indominco Mandiri… selain bisa dicapai dari dua daerah itu, bisa juga dicapai dari pelabuhan Tanjung Laut, Tanjung Limau, Bontang Kuala, atau Pelabuhan Lhok Tuan dengan menyewa perahu kayu bermesin (tarifnya sekitar Rp. 500.000,-/perahu untuk penumpang sekitar 15 orang…), dengan lama perjalanan sekitar 15 – 45 menit (tergantung berangkat dari mana dan kecepatan perahunya). Kali ini saya dan rombongan menggunakan speed boat dari pantai Marina.. tentunya lebih cepat (kalau speed boat-nya fit.. hehehe). Bagaimana sih pulau Beras Basah itu? Continue reading ‘Indahnya Beras Basah di Bontang’
Hari ini saya ke Samarinda lagi, perjalanan dari Bontang ditempuh 2 jam lebih sedikit.. beberapa bagian jalan yang awal bulan lalu lumayan bagus sekarang sudah jelek lagi.. ditemukan lubang-lubang yang cukup dalam di beberapa tempat, mungkin karena musim hujan dan banyaknya kendaraan berat yang melaluinya. Perjalanan kali ini ditempuh pagi-pagi banget dari Bontang… itu karena saya harus mengantar denayu mengikuti Seminar HUT IDI di Samarinda hari ini… Hehehehe… jadi… judul postingan di atas salah donk????
Hmm.. ada benernya juga sih… karena pagi-pagi berangkatnya maka tidak sempat sarapan yang “bener” di rumah.. (sarapan yang bener tuh yang gimana hayo?) Continue reading ‘Mau sarapan saja.. jauh-jauh ke Samarinda
’
Terbang dengan Garuda Indonesia GA-512 Boeing 737-400 PK-GWT duduk di 5F persis di row paling depan economy class.. kok malah pusing… kayaknya mabuk… norak deh.. hahahahaha
Mungkin karena duduknya dipinggir jendela yach..tau kalau pesawatnya lagi miring-miring..belok kanan-kiri… Tapi tetep aja banyak tidurnya… Bisa cepet tidur, karena in flight service yang diberikan (kali ini saya milih nasi ayam daripada kwetiau sapi
) didapat nomer satu alias paling duluan karena duduknya di depan sendiri.. Penerbangan 1 jam 50 menit terasa melelahkan.. mungkin karena sebelumnya dah terbang 50 menit dari Jogja ke Jakarta yach.. So..lain kali kalau ada direct flight.. mending milih yang itu deh..
Soalnya kemarin yang direct flight dah habis sih… Bukan peak season.. tetep saja banyak penumpang.. padahal harga tiketnya mahal-mahal juga loh.. kenapa oh kenapa….
Continue reading ‘Transit di Sepinggan, Ketemu Gandas Turi’
Transit di Jakarta
Ini saya posting pakai Free Hotspot Wifi Internet Broadband yang ada di Garuda Indonesia Lounge di Terminal II F Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Baru saja saya mendarat dari Jogja dengan maskapai yang sama Garuda Indonesia Boeing 737-300 GA-201 PK-GGN jam 06.50 LT tadi. Penerbangan dari Jogja selama 50 menit saya pakai tidur..
Bagaimana tidak, ngantuk banget.. tadi pagi harus bangun jam 04.00 LT untuk diantar mas Suken ke Bandara Adisucipto Jogja. Duduk di kursi 9F ternyata nyaman banget.. karena posisinya di tengah (di emergency exit window).. di depannya juga tidak ada kursi (hanya 2 kursi saja 8 D dan E)… pas banget… hmmm.. tapi tidak semua pesawat Garuda punya fitur seperti ini.. mungkin untuk Boeing 737-300 aja yach.
Ke Solo bukan karena mau cari bahan buat posting review hotel loh
Ini ke Solo karena mau nengok keluarga adik sekalian beli hem batik yang lagi nge-trend di Solo, sekalian pengen nyoba hotel Ibis di Solo yang baru buka 2 bulan ini katanya (nah loh… ke hotel juga akhirnya.. hehehe). Berangkat dari rumah Jogja naik Beat boncengan dengan bunda… karena bunda juga mau nengok cucu alias keponakan saya di Solo. eh.. ke Solonya bukan naik sepeda motor, itu beat dititipkan di Parkir Inap depan Stasiun Lempuyangan… Mungkin karena saya berangkat hari Sabtu kemarin lusa, titipan sepeda motornya penuh banget.. tapi tetep aja masih ada tempat.. hari pertama Rp. 1.500,- hari kedua dan selanjutnya Rp. 2.000,- per hari.. Gak mahal juga sih, daripada repot-repot naik taxi atau becak dari rumah
Continue reading ‘Semalam di Solo, Review Ibis Solo’
Ditengah-tengah “pertapaan” yang harus saya jalani di Jogjakarta… saya harus ke Jakarta memenuhi panggilan tugas negara… ceilah…. meeting urusan kerjaan gitu loh
Saya berangkat dari Jogja kemarin pagi jam 8.00 dengan Airbus A-320 Mandala PK-RMA RI-345 ditemani Bunda (hehehe.. masih anak-anak kalau sama Bunda), sampai di Jakarta dijemput keluarga adik trus mampir dulu ke Mangga Dua Mall karena ada yang dicari dan meeting baru dilaksanakan jam 16.30 LT sore harinya. Jakarta siang itu panas banget…Setelah selesai urusan di Mangga Dua Mall, saya pun segera meluncur ke Hotel Aston Atrium Senen Jakarta Pusat… Continue reading ‘Semalam di Jakarta lagi, Review Hotel Aston Atrium’
Setelah keliling ke rumah handai-taulan menikmati ketupat lebaran.. opss… silaturahmi dalam rangka Idul Fitri maksudnya..
Maka lebaran hari ke-2 atau setelah 5 hari libur di rumah saja.. saya, denayu, dan denbagus Riza-Aldi meluncur ke Samarinda dengan si Oxxy. Wow.. jalan raya Bontang – Samarinda yang beberapa bulan lalu amburadul.. kali ini mulus.. hanya tersisa sedikit saja yang masih dibiarkan berlubang.. membuat perjalanan ke Samarinda terasa lebih “nyaman”.. apalagi cuaca lagi cerah… Sepanjang jalan terbilang ramai.. banyak pengendara sepeda motor dengan baju bagus-bagus (baru kali ya?) irit-iritan dengan mobil pribadi yang tak kalah sedikit pula… mungkin mereka juga akan silarurahmi ke sanak saudara dan handai taulan… Sungguh momen yang indah… membuat 2 jam perjalanan menjadi tak terasa karena banyak temannya..
Continue reading ‘Lebaran Hari Ke-2 di KRUS’
Pulang dari Jakarta awal bulan September yang lalu, saya sempat tertahan di Balikpapan karena pesawat yang seharusnya membawa saya melanjutkan penerbangan ke Bontang tidak dapat terbang karena alasan teknis dan operasional (lengkap deh… hehehehe). Sebenarnya bisa saja sih melanjutkan perjalanan ke Bontang dengan jalan darat alias naik mobil yang membutuhkan waktu perjalanan normal sekitar 5 jam (ada yang 3,5 jam soalnya.. pyuh..
) dengan biaya charter mobil sekitar Rp. 500.000,- – Rp. 600.000,- langsung dari Bandara Sepinggan ke Bontang (mahal yach…
), namun karena badan saya sudah terasa tidak karuan karena kemarinnya baru berangkat dan hari ini pulang alias pergi semalam saja maka saya niati untuk transit di Balikpapan semalam dan keesokan harinya ke Bontang naik pesawat… Continue reading ‘Transit di Balikpapan, review hotel lagi?
’

Recent Comments