Seharusnya kita bersyukur tuh setiap hari.. syukuran tidak perlu dikaitkan dengan event-event tertentu.. ya toh…
Namun kali ini memang khusus,.. ceritanya tuh mau membagi sukacita yang didapat dengan mengajak makan bersama beberapa teman “dekat” dan keluarga… ya kalau dibilang syukuran.. boleh juga lah… syukuran bersama dengan teman-teman dan keluarga
Beberapa event telah dilalui pada tahun ini, dari pindahan kantor.. lulusnya ujian S2 kemarin.. sekaligus ulang tahun denayu pada tanggal 17 Desember 2008, maka nggak ada salahnya (berarti bener.. hehehe) kalau tanggal 17 Desember 2008 kemarin saya mengundang teman-teman makan bersama keluarga di RM Prasojo II Bontang. Nah.. dah bisa ditebak, ini pasti mau cerita tentang kuliner lagi… hehehehe
Duapuluh kursi yang dibooking hampir penuh.. satu saja yang kosong karena sang teman ada acara lain yang sama-sama penting untuk dihadiri.. Hmm.. lalu makan apa sih malam itu? Buat yang pengen tahu RM Prasojo II.. silahkan dilanjut.. njut..
Click here to read more.. »
Tentunya siapa saja merasakan sensasi pindahan… entah pindah rumah, pindah sekolah, pindah pesawat, pindah bis, dan pindah-pindah yang lain
Tepat di hari Pahlawan ini saya pindahan kantor.. bukan kantornya yang pindah, tetapi saya yang pindah ke kantor lain..
Masih di seputaran Bontang saja sih… Sudah lebih dari 15 tahun saya tercatat “mengabdi” di kantor yang lama, hari ini mulai dengan lembaran baru…., kursi baru (pakai), meja baru (pakai), dll
Perasaan saya hari ini campur aduk.. antara “sedih” meninggalkan “keluarga” lama dan “bertanya-tanya” bagaimana dengan “keluarga” baru saya di kantor yang baru ini. Tetapi saya yakin.. dengan “bekal” yang saya miliki…. saya bakal bisa melewati semuanya dengan baik.. semoga
Click here to read more.. »
Entah kenapa, akhir-akhir ini saya dan teman-teman seangkatan SMA dan S1 tiba-tiba kembali senang mengingat-ingat romantisme jadul (baca: jaman dulu) di jaman-jaman sekolah 18 – 24 tahun yang lalu… Nostalgia akan masa lalu kadang membuat kita tersenyum, melihat masa lalu bukan berarti set back kembali ke semangat lama loh.. tapi disini kita bisa melihat kembali apa yang telah kita lakukan dulu… seberapa besar perjuangan yang harus dilakukan di masa lalu untuk bisa seperti sekarang ini… sehingga dengan demikian kita bisa introspeksi diri untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang ada sekarang guna meraih masa depan yang lebih cerah.. ceilah..
Click here to read more.. »
Masih ingat obrolan Henan, Ayam Hainan, dan DVD di milis teman-teman kuliah yang sempat jadi inspirasi postingan saya di blog ini beberapa waktu lalu, sekarang ada lagi obrolan dari mereka yang bikin saya tersenyum simpul mengenang indahnya masa kuliah S1 dulu… Hehehe.. ternyata teman-teman saya masih “lucu-lucu” sama seperti dulu. Lagi-lagi mas Prastowo yang membuat saya terinspirasi menulis judul di atas.. Mau dengar baca ceritanya? Begini… Click here to read more.. »
Dua hari yang lalu sepulang kerja saya nyucikan si-oxxy di Smart.. Kebetulan saya dah kenal dengan yang punya Smart.. ngobrolah kami ngalor-ngidul dengannya sambil menunggu mobil selesai dicuci.. Sampailah pada topik bahasa.. maklumlah teman saya itu juga pernah jadi instruktur bahasa Inggris. Menurut teman saya, bahasa Jawa tuh sangat ekspresif… “Vocabulary” bahasa Jawa banyak yang berasal dari ungkapan atau gambaran ekpresif dari arti kata itu sendiri.. misalnya “tas kresek” adalah tas yang bunyinya “kresek-kresek”
Aku jatuh ke sungai .. bahasa Jawanya bukan “Aku tibo nang kali” tapi “Aku kecemplung kali“.. karena bunyi ekspresinya memang “plung“. “Udug” bisa berarti motor.. karena bunyinya “dug.. dug.. dug.. “. Ada lagi “pating clepret..” karena bunyinya “pret“. Trus “Jemblembek“… ekspresi dari yang lembek-lembek gitu… Hehehe.. ada-ada saja temen saya itu.. sempat-sempatnya menganalisis bahasa Jawa..
Obrolan sore itu membuat saya tak merasa lama menunggu mobil selesai dicuci. Sambil nyetir pulang ke rumah, saya pun jadi mikir.. ternyata sulit mencari terjemahan kata “kunduran” dalam bahasa Indonesia.. apalagi bahasa Inggris
Saya jadi ingat teman kuliah waktu S1 dulu, mas Prastowo, the man from Jenar
Waktu itu saya, romopong dan mas Prastowo main sepedaan menyusur sawah.. dan bikin pisau kecil dari paku besar yang “ditelindeskan” sepur di stasiun Jenar..
Bukan pengalaman itu yang mau saya ceritakan… Begini lho, beberapa hari yang lalu mas Prastowo kirim email ke milis angkatan kami menanggapi diskusi kami yang “malang-melintang” tak tau juntrungnya dan cenderung lucu… dari Henan, ayam Hainan, sampai DVD
ini katanya: “Berbicara dengan bahasa berbeda untuk hal yang sama atau membicarakan hal yang berbeda dengan memaksa menggunakan bahasa yang sama ?” Pertama baca kalimat itu..memaksa “bathuk” saya berkrenyit.. apa artinya ya? Setelah beberapa saat merenung, saya jadi terhenyak.. menurut interpretasi saya (mungkin interpretasi yang lain beda)… kalimat itu artinya sangat dalam.. dan ternyata tidak disadari.. apa yang dibilang mas Prastowo tadi sering ditemui saat meeting dan diskusi sehari-hari di kantor atau pun di rumah (di rumah ada meeting juga loh…. kecuali yang lagi “mbujang”)..
Click here to read more.. »
