<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>"Blog"e Denmas Rul &#187; Manajemen</title>
	<atom:link href="http://denmasrul.com/category/manajemen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://denmasrul.com</link>
	<description>You can do it if you believe you can....</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Feb 2010 04:08:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Akhirnya Datang Juga</title>
		<link>http://denmasrul.com/2009/02/08/akhirnya-datang-juga/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2009/02/08/akhirnya-datang-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 08:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[MMUGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak akan membahas salah satu program acara di televisi, &#8220;Akhirnya Datang Juga&#8221; yang presenternya si Olga itu.. Saya mau mencatat pengalaman hidup saya yang membahagiakan sekaligus mengharubirukan perasaan disini (boleh ya?).. ceilah.. heboh banget deh Bagaimana tidak heboh, semenjak 17 Desember 2005 saya mulai menimba ilmu di Magister Manajemen (MM)  UGM, dimulai dengan program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-689" title="ugm" src="http://denmasrul.com/wp-content/uploads/2009/02/ugm-300x224.jpg" alt="ugm" width="300" height="224" />Saya tidak akan membahas salah satu program acara di televisi, &#8220;Akhirnya Datang Juga&#8221; yang presenternya si Olga itu.. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Saya mau mencatat pengalaman hidup saya yang membahagiakan sekaligus mengharubirukan perasaan disini (boleh ya?).. ceilah.. heboh banget deh <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Bagaimana tidak heboh, semenjak 17 Desember 2005 saya mulai menimba ilmu di Magister Manajemen (MM)  UGM, dimulai dengan program matrikulasi, lalu kuliah dari 17 Juni 2006 sampai pada pertapaan di Jogja untuk melakukan penelitian pada bulan Oktober 2008 yang lalu hingga ujian 12 Desember 2008 dan &#8220;akhirnya datang juga&#8221;.. Wisuda Pascasarjana Universitas Gadjah Mada 29 Januari 2009 di Grha Sabha Pramana.. gedung yang megah dan prestisius di kawasan UGM Yogyakarta&#8230; bersama dengan 930-an wisudawan/wisudawati program S2 dan S3. Walau dulu S1 nya juga di UGM, tapi saya belum pernah loh merasakan Wisuda di Grha Sabha Pramana.. dulu wisuda S1 di bawah tenda raksasa di Balairung UGM.. (mesakke yo..) Nah.. wisuda di Grha Sabha Pramana ternyata menjadi obsesi saya juga.. hehehe <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> <span id="more-679"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-687" title="pelepasan-wisuda-jan-09" src="http://denmasrul.com/wp-content/uploads/2009/02/pelepasan-wisuda-jan-09-300x177.jpg" alt="pelepasan-wisuda-jan-09" width="331" height="195" /></p>
<p>Yang menjadi spesial dan berbeda adalah diadakannya acara Malam Pelepasan Calon Wisudawan/Wisudawati Program Magister Manajemen UGM pada malam sebelum Wisuda atau tanggal 28 Januari 2009 di kampus MM UGM Jl. Teknika Utara Yogyakarta.. dengan konsep pesta kebun yang dikemas secara apik dan megah.. walau diluar hujan, namun tenda yang begitu besar tidak mengganggu acara yang dihadiri 98 calon wisudawan/wisudawati beserta keluarga, staff dan dosen MM UGM itu. Beberapa macam menu disajikan, tidak ketinggalan menu kuliner Jogja seperti gudeg dan mie godhog ala Jogja, ada bebek panggang dan kambing guling, mpek-mpek, martabak, sampai Lasagna dan mini pizza&#8230; komplit deh, sampai bingung mau mana dulu yang disantap.. Tidak meleset dari namanya.. sekolah manajemen, acara pelepasan malam itu ditata apik.. runtut&#8230; dimanajemeni sedemikian rupa sehingga memuaskan para tamu undangan yang hadir.  Acara ini rutin diadakan pada malam sebelum Wisuda dilaksanakan setiap periodenya (4x setahun). Disamping sambutan-sambutan, dirangkai pula dengan acara pemberian penghargaan untuk Wisudawan terbaik dan yang meraih predikat cumlaude pada periode kali ini, yang detailnya bisa dibaca <a title="Wisuda MM UGM Januari 2009" href="http://www.mmugm.ac.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=693" target="_blank">disini</a>.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-690" title="trio-januari" src="http://denmasrul.com/wp-content/uploads/2009/02/trio-januari-300x225.jpg" alt="trio-januari" width="136" height="102" />Keesokan harinya, jam 06.00 LT harus sudah sampai di Grha Sabha Pramana&#8230; pagi itu saya dan Denayu harus bangun pagi-pagi.. menyiapkan diri dahulu sebelum membantu denbagus Riza-Aldi  siap-siap untuk ikut ke acara Wisuda.. laksana pramugara dan pramugari.. harus siap terlebih dahulu sebelum membantu penumpang bersiap-siap terbang &#8230; halah&#8230; <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Pokoknya pagi itu yang diwisuda dan pendampingnya sama-sama heboh.. (walau ternyata setelah tiba di acara Wisuda, yang kelihatan  lebih heboh malah  pendamping para wisudan/wisudawati-nya&#8230; hehehehe). Upacara dimulai jam 08.00 LT, selesai tepat jam 10.00 LT (cepet yach..) . Dimulai dengan iring-iringan wisudawan/wisudawati memasuki ruang upacara diiringi Live Gamelan Jawa..   Sem<img class="alignright size-medium wp-image-691" title="siap-di-wisuda" src="http://denmasrul.com/wp-content/uploads/2009/02/siap-di-wisuda-300x224.jpg" alt="siap-di-wisuda" width="212" height="163" />ua serba hitam (dan kuning).. seperti murid-murid sekolah Hogwarts dalam cerita Harry Potter saja.. hehehehe. Duduk di kursi sesuai nomer urut absensi&#8230; kemudian nantinya dipanggil maju satu-persatu sesuai urutan tanda tangan kehadiran di form absensi (coba bayangkan.. kalau datang tapi tidak absen.. ndak bakalan dipanggil deh). Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Kedokteran mendapat urutan pertama&#8230; (paralel kanan dan kiri dipanggil bergantian.. ini yang bikin acara menjadi cepat). Akhirnya datang juga&#8230; dipanggil&#8230; <em>&#8220;Rul&#8230;&#8230;. dengan predikat&#8230;</em> &#8220;, jabat tangan serta ucapan selamat dari Prof. Marwan Asri membuat saya bisa tersenyum lebar seraya mengucap syukur..</p>
<p>Syukur yang tak terhingga saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia yang dilimpahkan. Serta terima kasih saya sebesar-besarnya pada keluarga (denayu dan denbagus) yang telah rela berkorban kehilangan waktu bersama dikala libur akhir pekan karena saya harus kuliah, mengerjakan tugas makalah, mengerjakan penelitian dan tesis, juga doa-doanya .. buat Bunda tercinta atas doanya&#8230; buat teman-teman kuliah Angkatan Kelas Khusus Bontang atas dukungan dan kerjasamanya, terutama Edi-Joko-Novan.. Tak ketinggalan terima kasih untuk dosen pembimbing, dosen penguji, dan seluruh staff MM-UGM.. rekan kerja.. teman-teman blogger.. dan siapapun yang tidak bisa saya sebutkan disini atas dukungannya.. nasehatnya.. telepon dan SMSnya&#8230;   semua sungguh berarti..  sudah membuat saya tetap semangat menyelesaikan kuliah ini <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Semoga ilmu yang didapat berguna bagi nusa dan bangsa.. Amiinn..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2009/02/08/akhirnya-datang-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It is better never than late&#8230;</title>
		<link>http://denmasrul.com/2008/04/07/it-is-better-never-than-late/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2008/04/07/it-is-better-never-than-late/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 07:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[My Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat obrolan Henan, Ayam Hainan, dan DVD di milis teman-teman kuliah yang sempat jadi inspirasi postingan saya di blog ini beberapa waktu lalu, sekarang ada lagi obrolan dari mereka yang bikin saya tersenyum simpul mengenang indahnya masa kuliah S1 dulu&#8230; Hehehe.. ternyata teman-teman saya masih &#8220;lucu-lucu&#8221; sama seperti dulu. Lagi-lagi mas Prastowo yang membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat obrolan Henan, Ayam Hainan, dan DVD di milis teman-teman kuliah yang sempat jadi inspirasi postingan saya di blog ini beberapa waktu lalu, sekarang ada lagi obrolan dari mereka yang bikin saya tersenyum simpul mengenang indahnya masa kuliah S1 dulu&#8230; Hehehe.. ternyata teman-teman saya masih &#8220;lucu-lucu&#8221; sama seperti dulu. Lagi-lagi mas Prastowo yang membuat saya terinspirasi menulis judul di atas.. Mau <strike>dengar</strike> baca ceritanya? Begini&#8230;<span id="more-64"></span></p>
<p>Dalam satu komunitas atau kelompok apa saja, pasti ada sosok yang paling menonjol.. entah kepintarannya, kelucuannya, ketampanannya.. dan kecantikannya&#8230; Saling suka adalah hal yang biasa kan? Perkara tidak ditindaklanjuti itu kan urusan &#8220;yang di atas&#8221;. Hehehe.. &#8220;yang di atas&#8221; tuh siapa sih? Kenapa sih kita selalu menyebut asma NYA dengan &#8220;yang di atas&#8221;? Padahal yang di atas itu bisa Direktur yang ngantor di lantai atas.. atau burung-burung yang lagi terbang loh.. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Kembali ke lap top&#8230; Nah.. menyambung peristiwa &#8220;tidak ditindaklanjutinya&#8221; itu, mas Prastowo punya rasan-rasan.. sapa tau ada yang punya<em> </em>semboyan<em> It is better late than never.. </em>mungkin yang dimaksud mas Prastowo.. kalau dulu tidak bisa ditindaklanjuti jangan-jangan ada yang menindaklanjutinya sekarang.. Masih sama seperti saat kuliah dulu, &#8220;ceplosan-ceplosan&#8221; mas Prastowo selalu membuat kami terhibur.. tersenyum.. tuk melupakan soal-soal pengendalian proses, kinetika katalitis, perpindahan panas.. dan lain-lain yang bikin mumet..</p>
<p>Masalahnya.. apa iya <em>it is better late than never</em> itu masih cocok dengan kondisi sekarang? Haha.. itu pasti &#8220;guyonan&#8221; mas Prastowo  saja kan.. Malah saya lebih tertarik dengan pernyataan mas Prastowo itu jika diterapkan dalam kehidupan berorganisasi bisnis saat ini.. apa iya sekarang tuh lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali? Jawabannya bisa iya.. dan bisa tidak.. Nah loh:-)</p>
<p>Dalam menghadapi era globalisasi sekarang dengan pasar yang hypercompetitive (weleh.. istilah opo meneh), kita tidak bisa  terlambat mengambil strategi yang tepat  dalam menghadapi era persaingan yang semakin <strike>ketat</strike> berat (kalau &#8220;ketat&#8221; ntar dikira pakaian renang.. :-p ) Apalagi kalau strategi yang diambil sekedar meniru yang sudah ada yang sudah sukses duluan.. dengan alasan <em>it is better late than never</em>&#8230; Banyak contohnya, salah satu yang lagi marak di Bontang adalah franchising &#8220;Tela-Tela&#8221; jualan <em>ketela goreng </em>dengan ditambahi perisa macam-macam sesuai pilihan konsumen.. ada rasa keju, jagung bakar, manis pedas, dll&#8230; Saya tahunya &#8220;Tela-Tela&#8221; pertama kali di Jogja beberapa tahun yang lalu.. Walah.. larisnya minta ampun.. dari pembeli yang sekedar memenuhi rasa penasaran sampai ketagihan pun rela antri untuk mendapatkan sebungkus <em>telo goreng</em> (termasuk saya.. hehehehe). Saya angkat topi.. ide bisnis yang brillian membawa &#8220;Tela-Tela&#8221; dari Jogja ke Bontang yang jaraknya beratus-ratus kilometer.. menyeberang lautan luas&#8230; sampai laris banget gitu. Nah.. ini yang bikin gemes.. mungkin dengan semboyan <em>it is better late than never</em>.. mulai banyak yang meniru bisnis &#8220;Tela-Tela&#8221; itu..  apa sih sulitnya <em>nggoreng telo</em> .. buka counter dengan warna mirip desain &#8220;Tela-Tela&#8221; .. tentu saja tanpa tulisan &#8220;Tela-Tela&#8221; &#8230; mereka mencoba menarik penggemar <em>telo goreng</em>.. bahkan menambahnya dengan menu kentang goreng.. sosis goreng.. Bisa ditebak.. tidak bisa selaris pendahulunya.. bahkan lama-kelamaan tidak ada yang beli karena memang tidak seenak aslinya.. akhirnya tutup.. mubazir deh&#8230; Kalau sudah begini sebaiknya <em>it is better never than late</em>.. iya gak?</p>
<p>Sudah saatnya berinovasi&#8230; menciptakan hal yang baru dalam strategi bisnis kita&#8230; lebih baik tidak masuk ke bisnis itu sama sekali jika pemainnya sudah banyak apalagi kalau kita tidak bisa menciptakan inovasi yang membuat produk kita jadi beda bahkan lebih unggul dari produk pendahulu.. bahasa kerennya ada diferensiasi gitu loh&#8230;  Meniru gak ada salahnya kok&#8230; tapi ya jangan ditiru segala-segalanya.. harus ada modifikasi yang membuat produk kita jadi berbeda dan lebih unggul gitu loh..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2008/04/07/it-is-better-never-than-late/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemudahan&#8230; dan Kesulitan&#8230;</title>
		<link>http://denmasrul.com/2008/03/17/kemudahan-dan-kesulitan/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2008/03/17/kemudahan-dan-kesulitan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 01:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Life Cycle]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya diberi kesempatan lagi untuk on duty tugas keluar kota pulau, kali ini ke Bali.. Beberapa kali mendapat kesempatan keluar kota.. eh keluar pulau.. saya jarang sekali minta disediakan tiket pulang-pergi dari kantor. Salah satu hobby saya adalah traveling, makanya saya paling suka tuh yang namanya travel lodging (bener gak ya istilahnya..:-) Yach.. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya diberi kesempatan lagi untuk <em><strike>on duty</strike></em> tugas keluar <strike>kota</strike> pulau, kali ini ke Bali..  Beberapa kali mendapat kesempatan keluar kota.. eh keluar pulau.. saya jarang sekali minta disediakan tiket pulang-pergi dari kantor. Salah satu hobby saya adalah traveling, makanya saya paling suka tuh yang namanya <em>travel lodging </em>(bener gak ya istilahnya..:-) Yach.. pokoknya nyari tiket sendiri.. nyari hotel sendiri.. bebas gitu loh. Apalagi sekarang ada fasilitas yang namanya internet&#8230; wow mendukung banget deh. Pengalaman surfing di internet mencari hotel yang pas dengan budget dan nyaman.. bisa mendatangkan kepuasan tersendiri. Sayangnya tiket yang bisa dibooking lewat internet setahu saya baru Mandala, Lion, Air Asia, dan Adam Air&#8230; Garuda yang mencanangkan dirinya sebagai pengguna pertama layanan reservasi online di Indonesia pun masih mengandalkan call center.. tapi gpp lah.. Dengan call center juga gampang dan praktis kok.. apalagi operatornya ramah-ramah.. hehehehe (ada maunya nih&#8230;)<span id="more-34"></span></p>
<p>Kali ini saya pilih Garuda dengan membeli tiket melalui call center.. setelah dapat kode pembayaran, kemudahan saya dapatkan lagi melakukan pembayaran melalui internet banking dari meja kerja&#8230; praktis deh&#8230; Bebas sih, mau pakai ATM, internet banking, atau kartu kredit bisa semua.. dan saya juga pernah menggunakan fasilitas itu semua.. lancar-lancar saja kok.. Eh.. kok jadi iklan sih&#8230; <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang bikin sedih dan surprised adalah kesulitan yang dialami Adam Air akhir-akhir ini dibalik kemudahan yang diberikan pada pelanggan&#8230; kalau kita buka <a href="http://www.adamair.co.id">websitenya</a>  sepertinya udah eksis banget yach.. Tapi yang namanya bisnis, kemungkinan apa saja bisa terjadi&#8230; 50 penerbangan Adam Air dari Bandara Soekarno Hatta sekarang tinggal 12 saja&#8230; Calon penumpang pun dibiking bingung&#8230; Sebabnya tau sendiri kan? Padahal Adamair baru-baru ini  menerima Top Brand Award 2008. Top Brand diberikan berdasarkan indikator kekuatan merek yang diberi nama Top Brand Index (TBI) yang diperoleh berdasarkan survey kepada responden dari berbagai lapisan usia dan ekonomi masyarakat di berbagai kota. Survei dilakukan dengan mengukur tiga dimensi, yaitu Mind Share, Market Share dan Commitment Share. Kok bisa ya?</p>
<p>Ada menang.. ada kalah, ada susah.. ada senang, ada kemudahan.. ada kesulitan. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa Adam Air&#8230; Kalau dalam teori <em>Life Cycle</em>.. ada daerah yang namanya <em>maturity</em>&#8230; daerah <em>comfort zone</em>..  sebelum masuk ke daerah <em>declined</em>&#8230; jangan pernah puas dengan apa yang telah dicapai.. waspadalah.. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  hehehe.. nyambung gak sih? Yang penting&#8230; Kuta.. I&#8217;m coming&#8230;. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Gitu aja kok repot&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2008/03/17/kemudahan-dan-kesulitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajer atau Pemimpin?</title>
		<link>http://denmasrul.com/2008/03/14/manajer-atau-pemimpin/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2008/03/14/manajer-atau-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 03:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Hiiiihhh&#8230; Si Badu gemes banget sama pak Amir atasannya Note: Badu dan Amir bukan nama sebenarnya&#8230;. Setiap Badu menyampaikan permasalahan yang ada hubungannya dengan pekerjaan, selalu dijawab &#8221; memang sudah begitu keputusannya kok.. kita tinggal laksanakan saja&#8221; atau&#8230; &#8220;baik, nanti saya sampaikan ke atasan dulu bagaimana keputusan beliau&#8230;&#8221; .. dan sebagainya.. dan sebagainya&#8230; selalu saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hiiiihhh&#8230; Si Badu gemes banget sama pak Amir atasannya <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Note: Badu dan Amir bukan nama sebenarnya&#8230;. Setiap Badu menyampaikan permasalahan yang ada hubungannya dengan pekerjaan, selalu dijawab &#8221; memang sudah begitu keputusannya kok.. kita tinggal laksanakan saja&#8221; atau&#8230;  &#8220;baik, nanti saya sampaikan ke atasan dulu bagaimana keputusan beliau&#8230;&#8221; .. dan sebagainya.. dan sebagainya&#8230; selalu saja jawabannya diserahkan pada atasannya lagi. Padahal selama ini Badu yakin bahwa pak Amir mampu menyelesaikan masalah itu sendiri, toh pak Amir sudah dipercaya untuk memimpin sekian banyak orang&#8230; apalagi dia sudah senior.. sudah banyak makan asam-garam dan sudah ikut pelatihan manajemen dimana-mana.. (ikut kuliah MM gak ya? hehehehe)<span id="more-31"></span></p>
<p>Pak Amir sekarang memang seorang Manajer.. sesuai SK yang dia terima.. tapi apakah dia bisa dikatakan sebagai Pemimpin? Banyak pelatihan-pelatihan yang telah membahas perbedaan seorang manajer dan pemimpin, media-media manajemen pun tak kalah ketinggalan membahasnya. Tapi tetep aja.. sulit membedakan bagaimana peran seorang manajer dan pemimpin dalam kehidupan organisasi sehari-hari&#8230; termasuk saya <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Teori mengatakan bahwa seorang manajer mempunyai kekuasaan berdasarkan peraturan dan ketetapan.. SK misalnya, sedangkan seorang pemimpin mendapatkan kekuasaan dari konsesus, harapan, dan komitmen yang dibangun bersama dengan orang-orang yang dipimpinnya. Manajer cenderung menghindari konflik, sedangkan pemimpin menganggap bahwa konflik adalah hal yang wajar untuk  proses menuju perbaikan dan itu harus dihadapi dan diselesaikan, bukan diserahkan lagi ke atasannya.. Seorang manajer akan memberi perintah kepada bawahan, sedangkan pemimpin akan menjelaskan apa yang perlu dicapai oleh para pengikut sehingga mereka sadar bahwa mereka sangat mempunyai &#8220;arti&#8221; dalam penciptaan nilai-nilai perusahaan.. akhirnya mereka pun akan melakukan pekerjaan dengan semangat dan motivasi yang muncul dari dalam dirinya.. bukan karena takut pada perintah. Dan masih banyak lagi&#8230;.</p>
<p>Memang susah yach.. tapi susah kan berarti tidak bisa.. ya toh. Sepertinya seorang manajer harus mempunyai jiwa seorang pemimpin.. sebaliknya.. punya jiwa pemimpin kalau tidak diangkat jadi manajer&#8230; alias manajer &#8220;de facto&#8221; dan bukan &#8220;de jure&#8221; .. jadi tidak &#8220;sejahtera&#8221; juga&#8230; apalagi kalau dia bekerja di perusahaan yang bukan perusahaannya sendiri&#8230; nah loh?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2008/03/14/manajer-atau-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Henan, Ayam Hainan, dan DVD &#8230; ?!?!</title>
		<link>http://denmasrul.com/2008/03/12/mas-prastowo/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2008/03/12/mas-prastowo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 07:35:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[My Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Organization]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Saya jadi ingat teman kuliah waktu S1 dulu, mas Prastowo, the man from Jenar Waktu itu saya, romopong dan mas Prastowo main sepedaan menyusur sawah.. dan bikin pisau kecil dari paku besar yang &#8220;ditelindeskan&#8221; sepur di stasiun Jenar.. Bukan pengalaman itu yang mau saya ceritakan&#8230; Begini lho, beberapa hari yang lalu mas Prastowo kirim email [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya jadi ingat  teman kuliah waktu S1 dulu, mas Prastowo, the man from Jenar <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Waktu itu saya, romopong dan mas Prastowo main sepedaan menyusur sawah.. dan bikin pisau kecil dari paku besar yang &#8220;ditelindeskan&#8221; sepur di stasiun Jenar.. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Bukan pengalaman itu yang mau saya ceritakan&#8230; Begini lho, beberapa hari yang lalu mas Prastowo kirim email ke milis angkatan kami menanggapi diskusi kami yang &#8220;malang-melintang&#8221; tak tau juntrungnya dan cenderung lucu&#8230; dari Henan, ayam Hainan, sampai DVD <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />   ini katanya: &#8220;Berbicara dengan bahasa berbeda untuk hal yang sama atau membicarakan hal yang berbeda dengan memaksa menggunakan bahasa yang sama ?&#8221; Pertama baca kalimat itu..memaksa &#8220;bathuk&#8221; saya berkrenyit.. apa artinya ya? Setelah beberapa saat merenung, saya jadi terhenyak.. menurut interpretasi saya (mungkin interpretasi yang lain beda)&#8230; kalimat itu artinya sangat dalam.. dan ternyata tidak disadari.. apa yang dibilang mas Prastowo tadi sering ditemui saat meeting dan diskusi sehari-hari di kantor atau pun di rumah (di rumah ada meeting juga loh&#8230;. kecuali yang lagi &#8220;mbujang&#8221;).. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> <span id="more-30"></span></p>
<p>Lucu juga kalau dipikir-pikir, kami di ruang meeting membicarakan suatu hal yang ada di lapangan (biasanya masalah teknis).. meeting diikuti oleh banyak orang, diantaranya ada yang baru saja mengamati di lapangan dengan cermat, beberapa lagi mengamati sambil lalu, beberapa lagi sudah pernah mengamati..tapi dah lama banget, dan beberapa lagi belum pernah mengamati.. Hehehehe&#8230; semua ikut nimbrung dalam diskusi itu, yang belum sempat ke lapangan pun ikut bicara berdasarkan pengalaman dia.. yang dulu pernah mengamati dan sekarang mungkin dah lupa persisnya juga tak kalah dominan&#8230; Apa yang terjadi? Masing-masing punya interpretasi dan meeting jadi tidak efektif.. meeting jadi lama banget karena harus menyamakan persepsi dulu..</p>
<p>Saya jadi berpikir, andaikan saat itu sebelum meeting&#8230; semua peserta meeting di&#8221;arak&#8221; dulu ke lapangan untuk melihat kondisi aktual yang terbaru.. diberi waktu beberapa menit untuk mengamati apa yang terjadi secara seksama dan bersama-sama.. tanpa ada diskusi di lapangan..  Kemudian setelah waktunya habis&#8230; kembali ke ruang meeting.. untuk mendiskusikan apa yang baru saja dilihat.. mungkin meeting akan jadi lebih efektif&#8230; karena semua mempunyai persepsi dan interpretasi yang sama.. bukannya &#8220;Berbicara dengan bahasa berbeda untuk hal yang sama atau membicarakan hal yang berbeda dengan memaksa menggunakan bahasa yang sama ?&#8221; <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang jelas, saya belum pernah ke Henan, makan ayam Hainan dah lama sekali&#8230; dah lupa rasanya, DVD juga jarang pakai&#8230; tapi saya tak mau kalah untuk nimbrung diskusi tentang Henan, ayam Hainan, dan DVD&#8230; hehehehehehe <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2008/03/12/mas-prastowo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tinggal Karo &#8230;.</title>
		<link>http://denmasrul.com/2008/03/09/selamat-tinggal-karo/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2008/03/09/selamat-tinggal-karo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 07:17:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Organization]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Hehehe.. saya tidak sedang membahas salah satu daerah di Sumatera Utara sana.. atau pun membahas salah satu kata dalam bahasa Jawa.. “Karo sopo? Karo aku..opo karo kowe?” Karo yang saya maksudkan di sini adalah singkatan dari Kepala Biro.. Entah sejak kapan perusahaan dimana saya mengabdi bekerja menggunakan dua istilah Kepala Biro dan Kepala Departemen untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in">            Hehehe.. saya tidak sedang membahas salah satu daerah di Sumatera Utara <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">sana</st1:place></st1:city>.. atau<span>  </span>pun membahas salah satu kata dalam bahasa Jawa.. “Karo sopo? Karo aku..opo karo kowe?” <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Karo yang saya maksudkan di sini adalah singkatan dari Kepala Biro.. Entah sejak kapan <span> </span>perusahaan dimana saya <s>mengabdi</s> bekerja menggunakan dua istilah Kepala Biro dan Kepala Departemen untuk level yang sama di struktur organisasinya… dan mulai tahun 2008 ini istilah Karo.. eh Kepala Biro dihilangkan dan semuanya disamakan menjadi Kepala Departemen.<span id="more-28"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in"> <span lang="FI">    Kembali ke masa lalu… eh.. </span>bukannya saya membantah postingan sebelum ini loh (“Dulu bisa kok !?!?”.. ), saya penasaran aja.. kenapa para pendahulu menggunakan dua istilah Departemen dan Biro pada unit kerja yang jelas-jelas levelnya sejajar. Pada waktu kuliah <em>Management Control System</em> saya sempat membaca papernya Prof. Mulyadi “<em><span style="font-family: 'Arial Narrow'">Alternatif Pemacuan Kinerja Personel dengan Pengelolaan Kinerja Terpadu Berbasis Balanced Scorecard”</span></em> <span> </span>yang salah satu isinya membahas tentang <em>mission center</em> dan <em>service center</em>, bisa jadi <span lang="IN">pemberian nama Departemen dan Biro, nama yang berbeda untuk unit kerja menunjukkan peran yang berbeda dalam menyediakan nilai bagi <em>stakeholder</em>. Nama “Departemen” diberikan pada unit kerja yang bertanggungjawab atas penyediaan nilai bagi <em>stakeholder</em> secara langsung atau lebih dikenal sebagai <em>mission center</em>. <em>Mission center</em> lebih banyak berada di Direktorat Produksi dan Direktorat Pemasaran yang bertanggung jawab terhadap penyediaan jaminan pemenuhan kuantitas dan kualitas produksi yang diperlukan pelanggan sebagai salah satu <em>stakeholder</em> perusahaan. Sedangkan nama “Biro” diberikan kepada unit kerja pendukung yang bertanggungjawab atas penyediaan layanan bagi <em>mission center</em> dalam rangka penyediaan nilai bagi <em>stakeholder </em><span> </span>atau lebih dikenal sebagai <em>service center</em>. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Makanya tidak heran&#8230; jika Kamtib diberi nama Departemen karena merupakan <em>mission center</em> yang ikut bertanggungjawab atas penyediaan “nilai” bagi <em>stakeholder</em> secara langsung, kalau kondisi tidak aman maka nilai tersebut tidak akan bisa diberikan pada <em>stakeholder</em> dengan baik. Sedangkan Biro Teknologi yang sekarang berganti nama menjadi Pengendalian Proses jelas-jelas tugasnya memberikan <em>support</em> layanan pada <em>mission center</em> Departemen Operasi&#8230; sehingga Teknologi pun bisa disebut sebagai <em>service center.<o:p></o:p></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Lalu kenapa sekarang jadi Departemen semua? Hayooo..kenapa? Apa karena semuanya mau jadi <em>misson center</em>. Jangan bertanya pada rumput yang bergoyang lagi ah&#8230; Menurut para ahlinya, perubahan struktur organisasi ini menyesuaikan perubahan lingkungan bisnis untuk menyongsong era persaingan bisnis yang semakin <s>ketat</s> kompetitif (ntar kalau ketat dikira pakaian renang.. hehehehe) <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in"><em><span lang="IN">Corporate First</span></em><span lang="IN"> mungkin sebagai salah satu alasan yang tepat kenapa semuanya berubah nama menjadi Departemen. Dalam kuliahnya, Prof Djamaludin Ancok mengatakan bahwa “<strong><em>A high turbulent change in business environment requires people in a Corporate to work together, sharing resources, information, and knowledge. This will increase the Corporate’s competitiveness</em>” </strong><span>So.. diperlukan kerja sama untuk dapat bersinergi tanpa membeda-bedakan nama unit kerja&#8230; iya to? <o:p></o:p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Songsong (bukan berarti “payung” dalam bahasa Jawa halus.. hehehe) &#8230; songsong masa depan dengan penuh keyakinan<span></span>&#8230; <em>You can do it if you believe you can</em>&#8230; Semoga berhasil&#8230; “Selamat Tinggal Karo..”<o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2008/03/09/selamat-tinggal-karo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Dulu bisa kok..!?!?&#8221;</title>
		<link>http://denmasrul.com/2008/03/07/dulu-bisa-kok/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2008/03/07/dulu-bisa-kok/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 04:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Pernah gak? Dalam rapat pemecahan masalah di dalam organisasi atau perusahaan baik itu yang bersifat teknikal maupun non teknikal ada yang ngotot menggunakan cara lama untuk memecahkan masalah tersebut..dengan dalih “Dulu dengan cara seperti itu bisa berhasil kok!” &#8230;&#8230; “Dulu dengan cara itu juga bisa kok, kenapa gak pakai cara itu saja?” Pokoknye.. dulu.. dulu&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Pernah gak? Dalam rapat pemecahan masalah di dalam organisasi atau perusahaan baik itu yang bersifat teknikal maupun non teknikal ada yang ngotot menggunakan cara lama untuk memecahkan masalah tersebut..dengan dalih “Dulu dengan cara seperti itu bisa berhasil kok!” <span lang="PT-BR">&#8230;&#8230; “Dulu dengan cara itu juga bisa kok, kenapa gak pakai cara itu saja?” Pokoknye.. dulu.. dulu&#8230; dulu.. selalu mengacu pada masa lalu&#8230; gitu..  <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Ya..gak ada yang salah sih&#8230; pengalaman adalah guru yang terbaik. Tapi apa cara itu bisa dipertahankan pada dunia bisnis di jaman sekarang dimana perubahan terjadi begitu cepat sampai-sampai perubahan itu tidak kita sadari bersama. Lingkungan bisnis berubah dengan cepat: <span> </span>kemajuan teknologi, tuntutan konsumen, tuntutan karyawan, hukum/perundangan, iklim kompetensi, perubahan sosial, dll.. sampai pada era globalisasi.</span><span id="more-25"></span><span lang="PT-BR"> <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Beberapa ahli mengatakan:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">“Kita akan membuat kesalahan bila kita<span>  </span>beranggapan bahwa masa depan adalah kelanjutan masa lalu… sebab masa depan itu akan sangat berbeda dengan masa lalu. Kita harus meninggalkan cara lama agar kita sukses menghadapi masa depan” (Charles Handy)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">“Kita harus berhenti membayangkan apa yang akan dilakukan di masa depan dengan melihat apa yang membuat kita sukses dimasa lalu” (Peter Senge)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">“Kalau kita merasa diri kita hebat, kita akan binasa. Sukses di masa lalu tidak menjamin sukses di masa depan. Formula sukses di masa lalu akan jadi penyebab kegagalan di masa depan” (Michael Hammer)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Sudah saatnya kita melihat perubahan lingkungan bisnis dengan baik, berpikir strategik dan visioner.. tidak selalu mengacu pada pengalaman masa lalu&#8230; ya kan?<o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2008/03/07/dulu-bisa-kok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SDM Bukan Aset Utama Perusahaan</title>
		<link>http://denmasrul.com/2008/03/06/sdm-bukan-aset-utama-perusahaan/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2008/03/06/sdm-bukan-aset-utama-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 23:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Belanja]]></category>
		<category><![CDATA[SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam, jarum jam tepat menunjukkan pukul 20.30, kami sekeluarga dengan jazzidsi meluncur memasuki halaman Mall R, mall terbesar di Bontang yang dibuka tanggal 16 Desember 2007 yang lalu&#8230;yach.. masih terhitung baru deh. Kami berniat membeli keperluan sehari-hari di Supermarket R yang ada di Mall tersebut&#8230; kutanya ke denayu..mau belanja banyak atau sedikit&#8230; dijawablah.. sekalian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Tadi malam, jarum jam tepat menunjukkan pukul 20.30, kami sekeluarga dengan jazzidsi meluncur memasuki halaman Mall R, mall terbesar di Bontang yang dibuka tanggal 16 Desember 2007 yang lalu&#8230;yach.. masih terhitung baru deh. Kami berniat membeli keperluan sehari-hari di Supermarket R yang ada di Mall tersebut&#8230; kutanya ke denayu..mau belanja banyak atau sedikit&#8230; dijawablah.. sekalian aja mas.. mungkin banyak.. Kuambil troli alih-alih keranjang merah (hehehe..dalam hati..walau sedikit belanjaannya pun <span lang="SV">saya akan tetap memilih troli..gak berat ngangkatnya)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Setelah puter sana puter sini ambil keperluan sehari-hari yang harus dibeli sampai satu troli penuh..</span><span style="font-family: Wingdings"><span></span></span><span lang="SV"> (maklum awal bulan…banyak yang dibeli) .. . <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Tibalah saat membayar di Kasir yang dijaga si embak berseragam coklat kekuning-kuningan yang sudah kelihatan kuyu … Tit..tit..tit… bar code barang-barang yang kami beli pun ditera satu persatu .. selesai sudah..tertera total dilayar komputer ”sekian ratus ribu rupiah”&#8230; setelah dibayar, denayu minta struk pembelanjaannya&#8230; Lha kok si embak malah gugup&#8230; ternyata kertas untuk ngeprint struk belanjaan habis dan print-print-an belanjaan kami numpuk jadi satu sampai gak bisa kebaca&#8230; eh ..ternyata si embak gak sadar kalau kertasnya dari tadi dah habis&#8230;(mungkin si embak dah bener2 capek kali’)  Kami pun juga gak ngira toh&#8230; mosok pembeli harus ngecek kertas printer segala.. :-p<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Duh&#8230;. trus tadi bener gak ngitungnya ya.. kami kan tidak bisa check satu persatu, mana sudah tidak jamannya nempel label harga satu persatu di barang yang dijual&#8230;<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Herannya.. si embak tetap bersikeras ngasih print-print-an yang numpuk2 dan miring2 ke kami dengan bilang ” adanya ini bu&#8230;”.. Hah?? Kutanya, emang gak bisa di print copy lagi? Gak bisa katanya&#8230;. Wah, padahal setahuku seperti itu bisa diprint lagi, kan datanya ada didalamnya..lagi pula belum hilang dari layar komputer..ah, pasti si embaknya aja yang gak bisa.. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Males nunggu lama-lama karena tidak ada penyelesaian, kubilang aja.. ”ya sudah, lain kali tidak akan belanja banyak disini, mesinnya gak bisa dipakai untuk belanja banyak” <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  .. sambil ngeloyor pergi.. males kesitu lagi deh jadinya (hehehehe&#8230; bakal kehilangan satu pelanggan nih..).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Intinya apa? Ternyata bener kata Jim Collins dalam bukunya Good to Great.. bahwa SDM bukanlah aset utama suatu perusahaan&#8230; hanya SDM yang tepat yang merupakan aset utama. Tidak disadari bahwa di dalam suatu perusahaan bisa jadi ada SDM yang tidak memiliki kompetensi atau keahlian di bidangnya.. yang dapat mengecewakan pelanggan.. yang mungkin saja akan membuat pelanggan ”lari”, contohnya si embak tadi. Mungkin Manajer Supermarket R perlu mencari dan menempatkan SDM yang tepat, yang kompeten dan yang ”kuat berdiri” sampai jam 9 malam di meja kasir&#8230;.. Nah loh&#8230;.<o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2008/03/06/sdm-bukan-aset-utama-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yesss..Kelas Duniaaaa&#8230;!</title>
		<link>http://denmasrul.com/2008/03/03/yessskelas-duniaaaa/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2008/03/03/yessskelas-duniaaaa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 01:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Organization]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Banyak perusahaan yang punya visi menjadi perusahaan kelas dunia. It&#8217;s normal, di era globalisasi seperti ini visi seperti itu memang dibutuhkan. Hmmm&#8230; tapi coba deh, kalau kita kebetulan ditanya, perusahaan kelas dunia tuh yang bagaimana sih? Buat kita yang di Indonesia mungkin ada yang berpikir bahwa perusahaan kelas dunia karyawannya harus dibayar pakai &#8220;dollar&#8221;&#8230; bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak perusahaan yang punya visi menjadi perusahaan kelas dunia. It&#8217;s normal, di era globalisasi seperti ini visi seperti itu memang dibutuhkan. Hmmm&#8230; tapi coba deh, kalau kita kebetulan ditanya, perusahaan kelas dunia tuh yang bagaimana sih? Buat kita yang di Indonesia mungkin ada yang berpikir bahwa perusahaan kelas dunia karyawannya harus dibayar pakai &#8220;dollar&#8221;&#8230; bukan &#8220;yen&#8221;.. yen kelingan.. yen duwe duit.. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Prosedur, kebijakan, instruksi kerja harus dalam bahasa Inggris&#8230; weleh.. yes..little-little sih I can.. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Tapi apa memang harus begitu?</p>
<p>Minggu lalu ikut kuliah <em>Strategic Leadership</em>-nya Prof. Ancok, salah satu topiknya adalah membahas tentang <em>world class company characteristics </em>diantaranya<em> </em>sebagai berikut: punya standar kinerja, peduli pada kualitas barang dan jasa yang diproduksi, fokus pada pelanggan, mampu mengantipasi perubahan dengan cepat, punya <em>global vision</em> dan strategi untuk mencapainya, tidak puas dengan status quo, mampu memberdayakan karyawan, dan sebagainya&#8230;dan sebagainya. Tidak ada persyaratan karyawan harus dibayar dalam &#8220;dollar&#8221; ya toh..? <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p:colorscheme colors="#000066,#ffffff,#000099,#eaeaea,#66ccff,#0066ff,#ffffcc,#99cc00">  </p:colorscheme>
<p v:shape="_x0000_s1026" class="O"><span style="font-size: 122%"><span style="color: #ff0033; position: absolute; left: -2.92%; font-family: 'Monotype Sorts'">î</span></span><span style="font-size: 22pt"></span></p>
<p>Hehehehe.. baru <em>ngeh</em> deh.. setelah dapat pencerahan di kuliah kemarin.. padahal udah sering neriakin yel-yel.. &#8220;yesss..kelas duniaaa&#8230;!&#8221; Harusnya semua karyawan dan semua yang terlibat tau banget apa artinya &#8220;kelas dunia&#8221; jikalau mau menggapai mimpi itu bersama-sama&#8230; Coba deh, diskusikan dengan rekan-rekan kerja diseputaran kita&#8230;&#8221;kelas dunia tuh bagaimana sih?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2008/03/03/yessskelas-duniaaaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Tingkat 5</title>
		<link>http://denmasrul.com/2008/02/28/pemimpin-tingkat-5/</link>
		<comments>http://denmasrul.com/2008/02/28/pemimpin-tingkat-5/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 02:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmasrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denmasrul.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Buat yang belum baca bukunya Jim Collins, Good to Great ada satu hal yang menarik disitu. Tentang kepemimpinan tingkat 5 yang sukses merubah suatu perusahaan dari baik menjadi hebat. Ternyata mereka bukan pemimpin &#8220;selebritis&#8221; yang terkenal di media massa&#8230; mereka tampak biasa-biasa saja, tidak menonjolkan diri, tenang, bahkan pemalu&#8230; nah loh.. Pemimpin tingkat 5 memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat yang belum baca bukunya Jim Collins, <em>Good to Great </em>ada satu hal yang menarik disitu. Tentang kepemimpinan tingkat 5 yang sukses merubah suatu perusahaan dari baik menjadi hebat. Ternyata mereka bukan pemimpin &#8220;selebritis&#8221; yang terkenal di media massa&#8230; mereka tampak biasa-biasa saja, tidak menonjolkan diri, tenang, bahkan pemalu&#8230; nah loh.. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Pemimpin tingkat 5 memiliki campuran kerendahan hati pribadi dan kemauan profesional.</p>
<p>Kerendahan hati pribadi itu sederhana, mampu memberikan inspirasi, punya ambisi perusahaan (bukan ambisi pribadi kali ya?..), mencari penerus yang hebat (mau melakukan kaderisasi..  dan memberi kesempatan pada yang lebih muda.. gitu kali&#8217;) dan mau membagi sukses dengan orang lain (ora di-pek dhewe.. <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  ), sedangkan kemauan profesional tampak dari kegigihan dalam bekerja, mampu menciptakan hal yang luar biasa, berniat membangun perusahaan untuk jangka lama (tidak untuk jangka waktu dia memimpin saja&#8230; ), serta tidak menyalahkan orang lain atas hasil yang buruk&#8230;(ehemm&#8230; <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Kira-kira sulit gak sih jadi pemimpin tingkat 5 seperti itu? Bukan yang ngantor di tingkat 5 loh&#8230; :-p Coba deh lihat disekitar kita.. atau mungkin diri kita sendiri..</p>
<p>Bagi yang pengen tau lebih banyak, baca sendiri aja deh  bukunya&#8230; hihihihi <img src='http://denmasrul.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denmasrul.com/2008/02/28/pemimpin-tingkat-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
