Nyaman di Rantau!

Kalau dihitung-hitung saya sudah 20 tahun 8 bulan merantau nun jauh dari kampung halaman Ngayogyakarto Hadiningrat ke Bumi Etam Kalimantan Timur. Memang bukan apa-apanya dibandingkan teman-teman yang sudah merantau bertahun-tahun jauh ke benua antah berantah sana… Lha wong masih di Indonesia juga.. :)

Kalau dipikir-pikir, heran juga bagaimana saya bisa merasa “nyaman” di Bontang bertahun-tahun… Ya memang tak bisa dipungkiri, di sini saya mencari nafkah.. sesuap nasi segenggam berlian.. (berliannya gak dapet-dapet..lha wong saya bukan penggemar berlian..hehehe), saya juga tinggal bersama keluarga… Tapi bukankah itu bisa juga di dapat andaikan saya kerja dan tinggal bersama keluarga di Jakarta, Surabaya, Solo, atau bahkan di Jogja sekalipun (mulai deh berandai-andai).

Memang sih, kadang saya juga merasa jenuh dan bosan dengan suasana kota yang “itu-itu saja”, saya pun tidak heran membaca postingan teman-teman di FB ataupun twitter yang mengeluh tentang nasibnya “terdampar” di Bontang. Lalu apa sih yang membuat saya nyaman tinggal di Bontang?

Saya selalu berusaha berpikir positif terhadap kota ini, langit biru dengan awan dramatis mana sih yang tidak bisa ditemui hampir setiap hari dikala cuaca cerah? Mana sih yang tidak mengalami musim kemarau berkepanjangan? Lokasi di garis khatulistiwa dan di tepi pantai dengan angin pasatnya ternyata membawa berkah tersendiri buat kota ini, uap air bibit hujan pun dihembuskan ke kota ini sepanjang tahun… Kota mana sih yang punya warung makan dari seluruh penjuru nusantara? RM Padang (ini dimana-mana juga ada..hehehe), warung Kediri, warung Sidoarjo, warung Suroboyo, warung Gresik, warung Bojonegoro, Soto Lamongan, Warung
Jombang, warung Jember, warung Gudeg Cah Solo, soto Sragen, bakwan Malang, bakso Solo, mpek-mpek Palembang, warung Manado, coto Makassar, mie Aceh, siomay Bandung, bubur ayam Bandung, mendoan Banyumas… Mana lagi? Ada yang bisa nambah? Yach begitulah Bontangku, warung Bontang malah ndak ada :)

Tempat tinggal adalah tempat dimana sebagian besar waktu saya berinteraksi di dalamnya… Semua tentunya setuju, buat tempat tinggal senyaman mungkin supaya kita betah berada didalamnya.. Memang, saya tinggal di rumah dinas yang dicat dengan warna coklat khaki, sejak awal saya tinggal di kompleks ini belasan
tahun, warna cat nya itu-itu saja… Akhirnya disaat mendapat kesempatan pindah rumah dinas yang lebih besar di tanggal 5 Juni 2011 ini, maka cat interiornya pun saya rubah menjadi biru laut oceantide dan aqua blue.. Tentunya harus dengan biaya sendri karena standard dari perusahaan tetap coklat khaki, saya ndak berani merubah cat eksterior karena memang ndak boleh :) Ndak apa-apa, yang penting
nyaman ketika ada di dalamnya…tidak bosan:) Fasilitas hiburan di dalam rumah pun dicoba dilengkapi.. Seperti internet connection, video game untuk anak2, dsb..

Begitulah saya mensiasati agar nyaman di rantau :)

*selesai ditulis tepat 30 menit setelah memasuki hari ulang tahunku

This entry was posted in Experience, Family. Bookmark the permalink.

4 Responses to Nyaman di Rantau!

  1. Ojat says:

    horeeee ada postingan baru…. :D met ultah pak… :D

  2. noped says:

    Merantau itu memang enak bos…
    Salam kenal dari bali

    noped

  3. Alris says:

    Wah hebat mas Rul bisa selesaikan tulisan ini dalam tiga puluh menit. Selamat ulang tahun, sehat dan sukses selalu. Selamat hari raya idul fitri 1432 H, maaf lahir dan batin.
    *lama nian awak ndak berkunjung kesini, :)

  4. anno says:

    selamat ultah bro…#hehehehe telat banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>