23
Jan
09

Ke Jakarta Seperti Ke Luar Negeri

pelita-pk-psvRabu 21 Januari 2009 yang lalu saya dapat kesempatan lagi dinas ke Jakarta, sebelum cuti seminggu ke Jogja bersama denayu dan denbagus for graduation ceremony hasil “pertapaan” selama ini… :-) Sebenarnya perjalanan ke Jakarta bukanlah hal yang luar biasa untuk diceritakan karena di blog ini pun saya  sudah sering cerita tentang perjalanan ke Jakarta. Namun perjalanan kemarin adalah pengalaman baru buat saya yang sebenarnya tidak saya sengaja untuk saya dapatkan. Diawali dari kerusakan teknis PK-PKT Pelita Dash-7 yang harus membawa saya dari Bontang ke Balikpapan jam 07.15 LT membuat saya tidak bisa nyambung dengan pesawat Garuda ke Jakarta GA-515 jam 09.50 LT yang tiketnya sudah saya pegang. Pesawat PK-PSV Pelita Dash-7 pengganti dari Balikpapan baru tiba jam 09.20 LT di Bontang untuk terbang kembali lagi ke Balikpapan membawa saya (dan penumpang lain tentunya…). Beruntung saya bisa dapatkan seat di penerbangan Garuda berikutnya GA-517 jam 12.30 LT dengan membayar biaya administrasi perubahan Rp. 50.000,- ketika check in (kebetulan kelas tiketnya di N). Lalu apa yang menjadi istimewa di perjalanan  ke Jakarta kali ini?

kolak-pisang

Setelah check-in saya pun menunggu di Garuda Executive Lounge Bandara Sepinggan, bukan karena saya naik business class loh.. ini karena saya member GFF Cobrand dengan salah satu Bank penerbit kartu kredit di Indonesia. Nah.. disitu saya dapatkan yang istimewa.. kolak pisang.. teman-teman.. hahahahaha. Apa istimewanya? Istimewanya karena saya dah lama banget ndak makan kolak, halah… malu-maluin deh :-)   Kental manis.. kolang-kalingnya menarik banget.. Sambil menunggu boarding, seperti biasanya saya pun akses internet dengan free internet wi-fi hotspot, hmm.. tanpa password… yang berarti siapapun yang di ruang tunggu (tidak harus di Lounge) bisa akses internet gratis di Sepinggan dong.. hebat.. hebat… :-) Lalu kenapa judul postingan ini “Ke Jakarta seperti Ke Luar Negeri”? Yang jelas, bukan karena harus bawa passport, juga bukan karena  sama-sama tidak bayar fiskal karena ada NPWP :-) Lalu.. lalu…?

airbus-a330-garuda

cabin-ga-a330-300 cerah-berangin tv-ga-a330-300

Sebenarnya saya sudah tau dari iklan di koran lokal Kaltim, bahwa saat ini penerbangan Garuda GA-517 dari Balikpapan ke Jakarta menggunakan pesawat berbadan lebar Airbus A330-300 dengan penumpang sekitar 250-an orang lebih (pas nya berapa sih.. ada yang tau?), dan hanya sekali sehari yang menggunakan pesawat berbadan lebar itu, schedule lainnya tetap dengan Boeing 737. Nah.. ternyata benar.. saya boarding ke pesawat bueeessaarr itu. Terus terang, ini bukan pertama kalinya saya naik Airbus A330-300 nya Garuda, dulu di tahun 1993-an (jadul banget ya) saya pernah naik pesawat itu ke Hong Kong pp untuk urusan dinas.. So, jadilah saya ke Jakarta seperti ke Hong Kong.. ke luar negeri gitu loh.. hahahaha :-)

kentang-dengan-ayamDah lama tidak terbang dengan pesawat besar.. duduk di kursi 16-B, dengan formasi 2-4-2, suasana pemandangan terasa lapang.. walau TV yang saat itu meyuguhkan film “Just for Laugh” terlihat jauh dari tempat duduk saya. Penerbangan 1 jam 40 menit ke Jakarta menjadi tidak terasa lama.. yang terasa adalah goyangan-goyangan lembut yang membuat saya terasa seperti orang mabuk.. (saya hanya bisa bayangkan berarti angin di luar kencang sekali, pesawat segede gitu pun terombang-ambing.. meskipun cerah.. pantesan ombak di laut akhir-akhir ini dilaporkan tinggi). In flight service yang diberikan Garuda untuk domestic flight menurut saya adalah terbaik di Indonesia dibandingkan maskapai lainnya. Sajian makanan hangat yang saat itu bisa dipilih antara nasi dengan daging atau kentang dengan ayam bisa membuat perut terasa nyaman.. di jam makan siang di udara.. :-) Yach.. ditutup dengan makanan lagi deh :-)


6 Responses to “Ke Jakarta Seperti Ke Luar Negeri”


  1. 1 Ely Meyer Jan 24th, 2009 at 5:04 pm

    pesawatnya gede bgt mas :P

    jadi inget aku masih punya persediaan kolang-kaling :)

    >>> dapat kolang-kaling dimana mbak?

  2. 2 dio Jan 25th, 2009 at 10:03 pm

    wah enaaaaak tuh

    lain kali ajakdio naik tuh pesaawat yah….

    >>> ayuukk… :-)

  3. 3 Ely Meyer Jan 26th, 2009 at 2:51 pm

    beli di toko asia sini mas, ada juga cincau , nangka , wes komplitlah walau dalam kaleng, liat durian utuh males paling enggak harus mbayar 10 euro sebiji blom ambune nanti nggembuleng :D

    >>> impor dari Asia semua dong… walau dalam kaleng lumayanlah bisa ngobati kangen. Saya 3 bulan di Sweden saja ketemu mie instan di toko Asia rasane koyo nemu emas.. hehehehe :-)

  4. 4 anno' Feb 1st, 2009 at 11:46 pm

    beruntung bgt lo mas….dpt pesawat gede….

    >>> iya tuh.. ndak perlu ke luar negeri dulu buat ngerasain pesawat gede :-)

  5. 5 Felicity Feb 3rd, 2009 at 5:40 pm

    Aneh, apa nggak berat di operational cost kalo make pesawat gede buat penerbangan domestik?… Napa yak?… *penasaran*

    >>> katanya sih pesawat yang kecil dipakai untuk jalur domestik lainnya yang tidak punya Bandara besar seperti di Balikpapan… Secara waktu tempuh sih lebih lama daripada terbang dari Jakarta ke Singapore yang pesawatnya besar-besar itu :-)

  6. 6 wawan Jan 3rd, 2010 at 11:03 pm

    saya setahun dua kali pulang dari balikpapan ke surabaya blom pernah naik yang gede gitu lo. kapan ya bisa naik yang gituan.

Leave a Reply