Jangan heran dengan judul posting di atas, ini sungguh-sungguh terjadi. Buat saya yang bekerja di kompleks pabrik petrokimia larangan foto di area pabrik adalah hal yang wajar demi keselamatan… tetapi ini di lobby hotel loh.. Penasaran? Baca cerita selengkapnya deh…
Archive for January, 2009
Soto Mie Bogor
Intermezzo… masih di Jakarta
Pulang meeting di Gedung Tetra Pak Warung Buncit, saya jalan kaki ke Pejaten Village The Lippo Mall, mall baru di perempatan Pejaten persis di seberang Republika. Relatif masih sepi.. tenant yang besar baru Matahari dan Hypermart.. dan pujasera. Berhubung sudah jam makan malam, saya pun ke Pujaseranya yang ada di lantai 1. Hmm.. pilih-pilih.. saya tertarik dengan counter Soto Mie.. Buat saya soto mie sudah tidak asing lagi… masakan khas Sunda gitu.. Nah.. yang ini ada tambahan embel-embel Bogor jadi Soto Mie Bogor… Penasaran saja sih, apa bedanya dengan Soto Mie yang biasa saya makan… Hmm.. ternyata kuahnya lebih “gelap” dan sedikit pedas merica.. Ini cara masaknya yang beda atau soto mie memang begitu ya? Ada yang tau? Maklum lah.. saya kan sebatas konsumen saja… ndak tau cara masaknya.. Yang penting enak.. slurrpp
Rabu 21 Januari 2009 yang lalu saya dapat kesempatan lagi dinas ke Jakarta, sebelum cuti seminggu ke Jogja bersama denayu dan denbagus for graduation ceremony hasil “pertapaan” selama ini…
Sebenarnya perjalanan ke Jakarta bukanlah hal yang luar biasa untuk diceritakan karena di blog ini pun saya sudah sering cerita tentang perjalanan ke Jakarta. Namun perjalanan kemarin adalah pengalaman baru buat saya yang sebenarnya tidak saya sengaja untuk saya dapatkan. Diawali dari kerusakan teknis PK-PKT Pelita Dash-7 yang harus membawa saya dari Bontang ke Balikpapan jam 07.15 LT membuat saya tidak bisa nyambung dengan pesawat Garuda ke Jakarta GA-515 jam 09.50 LT yang tiketnya sudah saya pegang. Pesawat PK-PSV Pelita Dash-7 pengganti dari Balikpapan baru tiba jam 09.20 LT di Bontang untuk terbang kembali lagi ke Balikpapan membawa saya (dan penumpang lain tentunya…). Beruntung saya bisa dapatkan seat di penerbangan Garuda berikutnya GA-517 jam 12.30 LT dengan membayar biaya administrasi perubahan Rp. 50.000,- ketika check in (kebetulan kelas tiketnya di N). Lalu apa yang menjadi istimewa di perjalanan ke Jakarta kali ini? Continue reading ‘Ke Jakarta Seperti Ke Luar Negeri’
Buaya-buaya Balikpapan
Ini buaya beneran loh (sebelum diprotes sama warga Balikpapan… hehehehe), saya sebut buaya Balikpapan karena memang saya dan keluarga melihatnya di Balikpapan ketika berlibur akhir bulan tahun yang lalu.. Diawali dari kegemaran denbagus Aldi melihat binatang-binatang, mintalah dia ke kebun binatang… lha kalau kebun binatang di Balikpapan dimana atuh? Ya ndak ada.. dong, ndak ada yang seperti Gembira Loka di Yogyakarta atau Ragunan di Jakarta. Secara geografis, Balikpapan kan terletak di Kalimantan.. “Aldi jangan kuatir deh, pasti akan ketemu binatang”.. hehehe. Kalau mau lihat orang utan ya ke wanariset Samboja, kalau mau lihat beruang madu ya ke Kebun Raya Samarinda, nah kalau mau lihat buaya sampai puas ya datang aja ke penangkaran buaya di Teritip Balikpapan.. Sore itu si OXXY meluncur ke Teritip.. perjalanan sekitar setengah jam dari Bandar Udara Sepinggan di Balikpapan arah Handil.. CMIIW.. setelah melewati kawasan wisata pantai Manggar.. pantai Lamaru, sampailah ke Teritip… Continue reading ‘Buaya-buaya Balikpapan’
Mie Jogja Ala Balikpapan
Judulnya jelas kalau ini cerita tentang kuliner…
Yang menjadi unik adalah ketika saya dan keluarga “menemukan” warung mie Jogja di Balikpapan.. dengan merek.. “Mbah Darmo”
Diawali dengan “kebingungan” kami mencari menu makan malam yang “sederhana”.. alias cepet dan murah.. setelah puter-puter kota Balikpapan untuk kembali ke Hotel Sagita tempat kami menginap.. tiba-tiba mata kami tertarik pada sebuah warung di jalan Mayjend Sutoyo masih di kawasan gunung Malang di dekat hotel Sagita.. “Mie Jogja Mbah Darmo”.. akhirnya kamipun sepakat untuk makan disitu.. Si OXXY pun harus puter balik karena dah telanjur lewat.. Hmm.. ndak jadi makan di hotel nih.. ngirit.. ngirit.. begitu pikir saya
Seperti apa sih Mie Jogja ala Balikpapan itu…??
Continue reading ‘Mie Jogja Ala Balikpapan’
Review hotel lagi… dah lama saya ndak review hotel di blog ini
Ceritanya ini lanjutan dari menghabiskan duit.. eh.. waktu libur panjang Natal tahun bulan lalu.. setelah dikepung banjir di Samarinda, pindahlah kami ke Balikpapan, nginep di hotel Sagita di Jalan Mayjend. Sutoyo kawasan Gunung Malang Balikpapan (banyak nama daerah di Balikpapan diawali dengan “Gunung” yach..). Hotel bergaya tradisional dan modern yang minimalis, menjanjikan sesuatu yang berbeda.. It’s a FUNtastic day in Balikpapan… serve with genuine above the expectation… tradition with hospitality… begitu slogannya .. wee.. ee.. ee.. apa iya? Ikuti tulisan ini selanjutnya.. ceilah.. dah kayak reporter aja. Sssttt… ini adalah kunjungan pertama kali ke Hotel Sagita… begitu mobil masuk halaman hotel Sagita menuju lobby (eh.. perasaan ndak ada halamannya deh.. ).. langsung disambut kesan tradisional Kalimantan… bangunan bergaya atap Lamin etam.. manis dilihatnya. Hanya saja.. denbagus Aldi protes.. dia mau nginep di hotel yang ada liftnya.. hotel yang tinggi… Lha gimana coba.. hotel Sagita dari depan kan ndak kelihatan tinggi sih.. Terpaksa deh… keahlian bujuk rayu dikeluarkan… “Nak.. hotel yang ada liftnya dah penuh.. sini saja ya”..
Continue reading ‘Nginep di Hotel Sagita Balikpapan’
Road to Balikpapan
Posting ini lanjutan cerita sebelumnya tentang Liku-Liku perjalanan ke Samarinda liburan panjang “cuti bersama” akhir Desember tahun yang lalu.. weleh.. sudah tahun yang lalu, dah lama banget donk
Ya ndak lah.. kan belum ada sebulan, masalahnya baru sempat “mencatat” di sini sekarang sih. Kabarnya, Samarinda banjir dimana-mana.. jalan ke Mall Lembuswana pun terendam, karena bosan dengan SCP.. SCP.. SCP.. melulu, maka setelah semalam di Samarinda kami pun memutuskan untuk “pindah” liburan ke Balikpapan.. alias semakin jauh dari Bontang… Ndak-apa-apa lah.. dinikmati ajah.. kan libur 5 hari gitu loh
Katanya di Balikpapan ada Hypermart baru… ada
Cinema XXI baru… kan bisa ngelihat.. halah.. ndesmit deh.. hehehehe. Siang itu si OXXY yang setia menemani kami, dihela menuju Balikpapan.. cuaca mendung.. diselingi hujan rintik-rintik.. membuat perjalanan ke Balikpapan dari Samarinda tidak terasa panas..:-)
Menyusur sepanjang tepian sungai Mahakam yang airnya terlihat tinggi dan menyeberang jembatan Mahakam pun terasa asyik.. Hmm.. saya jadi ingat konon cerita barangsiapa pernah “minum” air sungai Mahakam maka dia akan kembali ke Kaltim untuk suatu urusan apapun… gugon tuhon lagi…
Katanya sih bukan berarti “minum” air Mahakam yang coklat itu loh, minum dari air tanah di Kaltim pun juga akan demikian… hehehehe…. Loh..loh.. kok malah cerita tentang Mahakam.. road to Balikpapan gitu loh
Jalan Samarinda-Balikpapan relatif muulluusss.. walau ada longsor di beberapa tempat.. Walaupun tetap berkelok-kelok.. namun enak untuk diarungi karena lebih lebar dibandingkan jalan Bontang – Samarinda. Pembuatan jalannya pun mengikuti kaidah Teknik Jalan Raya.. kalau nikung ya dimiringkan aspalnya.. lha kalau Bontang – Samarinda walau menikung tajam.. permukaan aspalnya ya datar-datar saja.. halah
Apalagi melewati kawasan Bukit Soeharto, idum rasane.. eyup.. eh rindang dan adhem gitu loh… Dua jam perjalanan ke Balikpapan dari Samarinda tak terasa capek.. hanya saja sesampainya di Balikpapan kok trus lapar.. hmm.. enaknya makan dulu deh, makan dimana ya? Nah.. ccerita road to Balikpapan akhirnya cerita makan juga.. gemana seh?
Continue reading ‘Road to Balikpapan’
Perjalanan ke Samarinda dari Bontang lewat jalan darat sudah sering saya lakukan.. uniknya, setiap menempuh perjalanan ke Samarinda, ada saja lubang baru yang ditemui di jalan.. ada saja longsoran baru di tepi jalan.. seakan-akan ndak pernah kelar.. diperbaiki.. rusak lagi.. diperbaiki.. rusak lagi. Alhasil saya pun harus waspada dan konsentrasi penuh mengamati kondisi jalan saat mengemudikan si Oxxy menempuh liku-liku perjalanan Bontang – Samarinda pp yang jaraknya 125 km di hari Natal 25 Desember 2008 yang lalu… sekaligus liburan dengan keluarga ke Samarinda dan dilanjut ke Balikpapan menghabiskan libur panjang 5 hari…
Pengennya sih nyeberang ke Jawa atau keluar Kalimantan, tapi Januari ini dah ada planning untuk ke Jogja (nah.. wisata kuliner lagi..), makanya ditahan dulu.. sekarang ke Samarinda dan Balikpapan dulu.. gitu loh..
Berempat berangkat dari rumah sudah agak siang, cuaca cerah berawan sebagian.. dan TV gencar sekali memberitakan Samarinda lagi terendam banjir.. dough…. ?!?!?! Continue reading ‘Liku-liku Perjalanan ke Samarinda’

Recent Comments