Ini bukan bicara soal tim sepak bola kaki.. ini tentang masakan.. yach.. kok kuliner lagi sih? Kebetulan lagi suka aja nulis tentang pengalaman kuliner.. memang bener-bener hobby makan nih.. hehehe
Kalau biasanya saya nulis tentang masakan atau jajanan ketika eating out makan diluar, maka kali ini beda deh.. ini masakan denayu.. yakni “Tim Kaki Ayam” alias “Tim Ceker Ayam”.. Denayu dan anak-anak suka banget dengan kaki ayam.. kalau saya sih.. hmmm… ndak begitu karem sih..
Dulu ketika saya masih kecil.. sering dilarang makan brutu sama orang tua.. katanya “ben ora lalen” alias “supaya jangan mudah lupa”, brutu itu untuk orang tua (jerene paling enak).. kalau anak-anak makan ceker/kaki ayam saja biar besok kalau besar bisa ceker-ceker cari makan sendiri… halah.. gugun tuhon ya…. Hmm.. akhirnya saya malah jadi ndak suka dua-duanya, apalagi brutu.. ndak sama sekali deh. Denbagus juga ndak suka sama brutu tanpa saya larang-larang.. lha wong banyak bagian lain dari ayam yang lebih enak .. hehehe
Lha kok malah crita tentang brutu sih? Ini kan soal tim kaki ayam… Kayak apa sih penampakannya?
Archive for December, 2008
Tim Kaki
Sop Buah
Tadinya saya berpikir bahwa sop buah ini juga bakal “mulak-mulak kemebul” panas banget seperti halnya sop ayam…
Eh.. ternyata tidak.. kawan.. Dan saya baru dengar nama “Sop Buah” ini di Bontang loh… Hmmm… kembali ke Bontang lagi deh… Wiken kemarin saya di Bontang saja.. keliling-keliling kota.. panas-panasan dengan si CS-1 boncengan dengan teman, niatnya sih mau beli souvenir buat dikirim ke Jogja.. eh.. ditengah jalan teman minta mampir beli minum… jadilah kami berdua mampir di warung es sop buah di Bontang Baru dekat RS Amalia Bontang. Nah.. ketahuan deh sekarang.. kalau sop buah tuh nama es.. nama minuman.. bukan makanan seperti sop ayam.. hehehehe
Continue reading ‘Sop Buah’
Syukuran di Prasojo
Seharusnya kita bersyukur tuh setiap hari.. syukuran tidak perlu dikaitkan dengan event-event tertentu.. ya toh…
Namun kali ini memang khusus,.. ceritanya tuh mau membagi sukacita yang didapat dengan mengajak makan bersama beberapa teman “dekat” dan keluarga… ya kalau dibilang syukuran.. boleh juga lah… syukuran bersama dengan teman-teman dan keluarga
Beberapa event telah dilalui pada tahun ini, dari pindahan kantor.. lulusnya ujian S2 kemarin.. sekaligus ulang tahun denayu pada tanggal 17 Desember 2008, maka nggak ada salahnya (berarti bener.. hehehe) kalau tanggal 17 Desember 2008 kemarin saya mengundang teman-teman makan bersama keluarga di RM Prasojo II Bontang. Nah.. dah bisa ditebak, ini pasti mau cerita tentang kuliner lagi… hehehehe
Duapuluh kursi yang dibooking hampir penuh.. satu saja yang kosong karena sang teman ada acara lain yang sama-sama penting untuk dihadiri.. Hmm.. lalu makan apa sih malam itu? Buat yang pengen tahu RM Prasojo II.. silahkan dilanjut.. njut..
Continue reading ‘Syukuran di Prasojo’
Ini bukan cerita tentang pelajaran PMP atau Penataran P4.. (wah itu istilah-istilah yang terkenal dikala saya masih muda sekolah SD-SMP-SMA-S1 dulu…
). Ini cerita tentang peristiwa ujian/sidang Tesis S2 saya di MM-UGM tanggal 12 Desember 2008 yang lalu… Suatu peristiwa penting yang saya lalui dalam kehidupan ini.. (ceilah… sok romantis deh.. ), makanya peristiwa ini harus dicatat.. karena saya tidak punya buku harian untuk mencatat peristiwa-peristiwa penting seperti ini, maka boleh dong kalau saya catat di blog ini… boleh ya.. boleh ya…?
So, kenapa peristiwa ini saya beri judul “Ujian Bhinneka Tunggal Ika”? Continue reading ‘Ujian Bhinneka Tunggal Ika’
Duren Klaten
Oppss.. seharusnya saya nulis judul postingan ini ”Durian Klaten”.. bukan “Duren Klaten” yach.. salah-salah bisa dikonotasikan lain nih.. hihihihi
Duren is bahasa Jawa for Durian gitu loh.. dan
Klaten adalah nama salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Propinsi DIY alias dekat dengan Yogyakarta. Terus terang saya baru tau kalau Klaten menghasilkan duren yang.. hmm lezat.. setahu saya di Jawa Tengah hanya Bagelen – Purworejo dan Pati yang menghasilkan duren enak-enak… eh.. ternyata tidak.. (ada lagi daerah lain di Jawa Tengah yang merupakan sentra duren? Pls info donk). Saat itu saya niatnya mau refreshing ke Solo setelah selesai ujian, sekalian beli oleh-oleh Mandarijn Cake di Toko Orion Solo.. bawa mobil bersama bunda dan om (adiknya bunda gitu loh :-) ). Nah.. tentunya lewat Klaten, setelah melewati Stadion Trikoyo Klaten.. saya melihat penjual duren berjejer-jejer menawarkan dagangannya… hmmm.. kayaknya enak nih.. Berhentilah saya di salah satu kios temporary yang dijaga oleh seorang ibuk setengah baya dengan pakaian kebayanya… duhh… so classic (sayangnya gak kepoto)
Continue reading ‘Duren Klaten’
Kupat Tahu Solo
Hmmm… baca judul postingan ini yang kebayang adalah pedesnya cabe rawit yang diuleg bersama bawang putih dan diguyur air gula dan kecap ditambah sedikit cuka makan atau daun jeruk yang dirajang… halagh.. sok tau aja cara bikin kupat tahu
Kupat tahu saya kenal sejak saya kecil, menjadi masakan favorit bunda karena gampang buatnya, enak, dan tidak mahal.. ya toh. Hanya tahu digoreng matang atau setengah matang, irisan kubis atau kol, taoge/tokolan/kecambah yang sudah direbus.. dan lain-lain. Hmmm.. tapi entah kenapa, sekarang saya (dan denayu maksude..) jarang bikin kupat tahu sendiri di rumah seperti bunda ketika saya masih kecil dulu. Mungkin karena repotnya di dapur sama.. dan harus sekali habis.. sayur-sayurannya bakalan layu kalau ditahan di meja makan agak lama.. hehehehe.. alasan saja kayaknya…
Mungkin bisa juga karena anak-anak nggak suka sayur mentah dan pedesnya kupat tahu yach.. huhah.. huhah…
Continue reading ‘Kupat Tahu Solo’
ngGUDEG lagi di Jogja
Nah ini dia.. setelah beberapa kali saya posting tentang Bontang, kembali lagi saya cerita tentang Jogja setelah tanggal 10 Desember 2008 yang lalu saya tiba lagi di Jogja dalam rangka menuntaskan “pertapaan”.. dengan uji kesaktian atas ilmu yang didapat.. eh nggak ding… ujian tesis maksudnya.. pada tanggal 12 Desember 2008
. Nah.. berhubung mau ujian, maka begitu sampai di Jogja, saya pun tidak pergi kemana-mana selain ke kampus (ceilah.. mahasiswa ni ye.. ), selebihnya ya di rumah saja… belajar and belajar… duh.. padahal udah kangen banget dengan yang namanya Gudeg… Keluar malam untuk sekedar cari gudeg, sepertinya kok sayang waktunya… hmmm.. akhirnya daripada kepohonan.. (bahasa mana tuh ya?
) Ketika ke kampus saya pun sempatkan mampir beli gudeg untuk dibungkus kemudian di bawa pulang untuk dimakan di rumah… yailah… kesampaian deh.. ngGudeg lagi di Jogja.. Kali ini gudeg mana sih?
Soal makanan lagi yach..
Jelas itu bukan nama jenis sapi, tetapi nama jenis makanan yang berbahan baku sapi dan cabe kering. Ada embel-embel Balikpapan.. karena jenis makanan ini ngetop di Balikpapan khususnya belasan tahun yang lalu di saat rusa, menjangan, payau, apa aja deh namanya… masih banyak dijumpai di Bumi Etam Kalimantan Timur.. yakni Menjangan Cabe Kering yang bisa ditemui di restaurant yang ada di hotel Blue Sky Balikpapan (pernah berganti nama “Bahana Surya” waktu kita (baca: Indonesia) lagi gencar-gencarnya menasionalisasi nama-nama yang berbau kebarat-baratan). Hubungannya apa menjangan sama sapi? Hubungannya ya sama-sama binatang berkaki empat.. halah
Maksudnya kenapa kok judul posting di atas bukan menjangan cabe kering tetapi sapi cabe kering… itu karena menjangan sudah sulit dijumpai lagi di Kaltim.. hikkkss… dan menjadi hewan yang dilindungi… nah tuh… (perlu impor rusa nya mbak Ely dari Jerman.. hehehe).. sehingga sekarang menjangan-nya diganti dengan sapi… yang secara bentuk, rupa, dan rasa ketika sudah matang dagingnya sulit dibedakan (khususnya oleh saya ..)
Continue reading ‘Sapi Cabe Kering nya Balikpapan’
Buat kita yang tinggal di daerah tropis, tentunya tidak aneh dengan buah-buahan seperti belimbing, bengkoang, pepaya, jambu, kedondong, dan sebagainya. Buat yang tinggal di Indonesia khususnya yang berasal dari Jawa mana saja, pasti juga kenal apa itu rujak dan lotis.. buah-buahan yang dimakan dengan gula jawa (gula kelapa) yang diuleg dengan sedikit kencur, garam, dan cabe rawit lalu diberi sedikit air.. hmmm. Siapa sih penemu makanan ini? Yang jelas, sejak kecil saya sudah dikenalkan dengan jenis makanan ini. Lalu bedanya apa antara rujak dan lotis… hmm.. ternyata di
berbagai daerah beda-beda yach.. kalau setahu saya, rujak tuh buahnya diserut atau di-slice atau dipotong-potong kecil-kecil lalu dicampur dengan sambal gula jawa yang pedes itu… kalau lotis, buahnya dipotong-potong agak besar lalu sebelum dimakan dicocol di sambalnya… hmmm… Lha kalau “lotisan”.. ya dari kata kerja dari kata dasar lotis.. halah.. gitu aja kok dibahas sih.. hehehe. Yang jelas, selain makan besar.. nasi liwet dan bakar-bakaran sea food, waktu di Beras Basah kemarin juga asyik dengan hidangan penutup “LOTIS”… cocok deh, di pantai yang panas gitu (tapi anginnya semilir) bikin tambah segaaaarrrr… iya toh. Continue reading ‘Segarnya Lotisan di Beras Basah’
Gak ngira di Bontang ada pantai bagus kayak gini, gak kalah deh dengan Kuta Bali.. hehehe. Masih di Bontang nih.. dan ini bukan cerita tentang beras yang basah karena kebanjiran
Hari Minggu wiken kemarin saya ikut rombongan tempat kerja Denayu outing di Pulau Beras Basah… (lho katanya masih di Bontang, kok di pulau?
) sebuah pulau kecil di lepas pantai Bontang.. (betul kan, masih di Bontang
). Pulau ini lebih dekat ke pantai Marina punya PT. Badak LNG dan juga dekat dengan pelabuhan muat
batubara PT. Indominco Mandiri… selain bisa dicapai dari dua daerah itu, bisa juga dicapai dari pelabuhan Tanjung Laut, Tanjung Limau, Bontang Kuala, atau Pelabuhan Lhok Tuan dengan menyewa perahu kayu bermesin (tarifnya sekitar Rp. 500.000,-/perahu untuk penumpang sekitar 15 orang…), dengan lama perjalanan sekitar 15 – 45 menit (tergantung berangkat dari mana dan kecepatan perahunya). Kali ini saya dan rombongan menggunakan speed boat dari pantai Marina.. tentunya lebih cepat (kalau speed boat-nya fit.. hehehe). Bagaimana sih pulau Beras Basah itu? Continue reading ‘Indahnya Beras Basah di Bontang’

Recent Comments