Sepertinya saya sedang ”memanjakan” Bontang (atau saya yang ”dimanjakan” ya?
), setelah beberapa postingan terdahulu jarang sekali bercerita tentang Bontang, maka kali ini saya lagi sering-seringnya cerita tentang Bontang, cocok buat yang mau nostalgia dengan Bontang.. iya toh
Masih dari Bontang, buat yang tinggal di Bontang atau yang pernah singgah di Bontang tentunya kenal rumah makan Surabaya II (Cak Ali) yang ada di jalan MT Haryono Bontang, persis disebelah Hotel Tiara Surya Bontang, rumah makan yang terkenal dengan ikan bakarnya itu…. yach.. cerita kuliner lagi…
Nggak apa-apa ya kawan… soalnya tanggal 25 November 2008 kemarin kan ulang tahunnya teman saya, mas Wisnu (Selamat ulang tahun ya), dan saya berempat dengan mang Ojat dan bang Dave Ouch ditraktir makan siang disitu… nggak ada salahnya kalau saya bagi-bagikan disini..
Continue reading ‘Bakar-bakarannya Cak Ali’
Archive for November, 2008
Bakar-bakarannya Cak Ali
H U L O R
Masih di Bontang
Entah kenapa sejak pindah kantor jadi lebih sering di Bontang saja, orientasi gitu loh… hehehe. Tadinya cerita ini mau saya posting jadi satu dengan MERLION di bawah ini.. karena momennya memang nyambung.. hmmm.. tapi ntar ada yang komen.. cerita apapun kok akhirnya makanan… hahahaha
Padahal idenya masih seputar makanan juga yang bisa ditulis… lha mau nulis topik politik, manajemen, pengembangan diri.. kok dah banyak yang mbahas.. dan kesannya berat gitu loh.. jadi yang ringan-ringan aja dulu deh… buat refreshing.. iya toh. Kali ini yang mau saya ulas adalah HULOR, warung tenda yang lumayan rame di Bontang.. tepatnya di jalan A.Yani Gunung Sari Bontang, di sebelah kantor Bank BNI Bontang. Apa sih HULOR? Continue reading ‘H U L O R’
Merlion nya Bontang :-)
Malam Minggu di Bontang, setelah makan malam.. saya, Wisnu-David-Abi teman-teman “seperjuangan” pun bingung mau menghabiskan waktu malam mingguan yang cerah ini dimana.. Hmm.. ingat salah satu cerita teman tentang munculnya patung Merlion… Mermaid and Lion ala Singapura di Bontang
Kami pun segera menuju ke Tanjung Laut Bontang dimana diceritakan patung itu ada… Terus terang, Tanjung Laut adalah daerah di Bontang yang jarang kami datangi, disamping jauh dari rumah… jalannya buntu di Pelabuhan Tanjung Laut.. jadi kalau tidak ada urusan di Pelabuhan ya nggak ke Tanjung Laut… Tapi malam ini saya baru tau, ternyata ada “obyek wisata” baru di Tanjung Laut.. eng.. ing.. eng… patung kepala singa berbadan putri duyung.. replikasi aslinya yang ada di Singapura sana.. tempatnya sama-sama dipinggir laut, tepatnya di Restaurant Tanjung Laut Indah, jl. Pelabuhan III Tanjung Laut Bontang… Entah apa alasannya si empunya restaurant membangun patung itu disana..
Continue reading ‘Merlion nya Bontang
’
Masih di Samarinda dan siapa tidak kenal dengan bubur ayam, menu sarapan yang tidak asing lagi di ranah bumi pertiwi Indonesia.. halah
Bubur ayam ada dimana-mana juga.. di Jakarta, di Bandung, dan juga di Samarinda… walaupun sama-sama bubur ayam tetapi cara memasak dan cara penyajiannya juga berbeda loh
Kami berdua dapat kupon breakfast dari hotel Mesra tetapi rasanya kok enggan memanfaatkannya.. ada saja alasannya… mana yang bosan dengan masakan hotel, mana yang restaurant-nya penuh sesak dengan tamu hotel (maklum.. biasanya wiken gitu.. hotel-hotel di Samarinda suka penuh… ), dan lain-lain.. O iya, satu lagi alasannya… pengen sarapan dengan menu khas Samarinda.. Yach.. wisata kuliner lagi donk? (jangan diprotes ya kawan.. idenya baru itu sih yang muncul.. hehehehe). Kali ini saya berdua dengan denayu memilih sarapan di Bubur Ayam Samarinda “Budi Banten” di Jl. Agus Salim Samarinda.. persis didekat lampu merah pertigaan ke Stadion Segiri. Continue reading ‘Sarapan Bubur Ayam Samarinda’
Bakwan (= bakso?) entah itu Bakwan Malang, Bakwan Mojokerto, Bakwan Surabaya, dan lain-lain banyak ditemukan dimana-mana.. termasuk di Samarinda. Tapi yang ini lain… entah kenapa, siang itu saya bingung mau makan siang dimana.. akhirnya saya pun telpon teman yang dulu pernah tinggal di Samarinda dan sekarang sudah pindah ke Kediri.. minta rekomendasinya. Lha kok disuruh ke SCP (baca: Samarinda Central Plaza) yang ada di jalan Irian Samarinda.. ke counter Bakwan asli Surabaya yang ada di lantai 2 SCP persis di depan toko buku Kharisma… Lah.. kenapa kok malah disuruh kesitu… ternyata itu langganan teman saya kalau makan ketika dia tinggal di Samarinda.. dan sekarang dia lagi kangen dengan makanan disitu tapi apadaya tangan tak sampai.. eh.. perut tak sampai.. lha dia ada di Kediri sekarang. Ya sudah.. saya kesitu sekalian janji untuk meliputnya dan menulis di blog ini.. jadi ada misi khusus gitu loh… hehehehe
Continue reading ‘Ada Yang Kangen Bakwan SCP’
Menu Sakit Gigi
Semalam.. malam minggu di Samarinda.. beberapa tempat, terutama, di bantaran Sungai Karang Mumus anaknya Sungai Mahakam, mulai tergenang lagi.. padahal tidak ada hujan.. Permukaan sungai kali ini memang tinggi banget.. begitu air laut pasang.. air dari hulu sana tidak bisa mengalir lancar ke laut… Setelah keliling-keling tak tentu arah karena niatnya mau cari makanan yang membuat selera denayu yang lagi sakit gigi muncul… maka akhirnya pilihan jatuh ke restaurant ayam goreng President yang sering kami datangi ketika kami ke Samarinda, letaknya di jalan Gatot Subroto Samarinda.. terkenal dengan sayur asemnya yang… hmmmm.. saya suka banget… Namun malam ini kami tidak pesan ayam…. apalagi sayur asem.. halah.. lalu apa dong? Continue reading ‘Menu Sakit Gigi’
Hari ini saya ke Samarinda lagi, perjalanan dari Bontang ditempuh 2 jam lebih sedikit.. beberapa bagian jalan yang awal bulan lalu lumayan bagus sekarang sudah jelek lagi.. ditemukan lubang-lubang yang cukup dalam di beberapa tempat, mungkin karena musim hujan dan banyaknya kendaraan berat yang melaluinya. Perjalanan kali ini ditempuh pagi-pagi banget dari Bontang… itu karena saya harus mengantar denayu mengikuti Seminar HUT IDI di Samarinda hari ini… Hehehehe… jadi… judul postingan di atas salah donk????
Hmm.. ada benernya juga sih… karena pagi-pagi berangkatnya maka tidak sempat sarapan yang “bener” di rumah.. (sarapan yang bener tuh yang gimana hayo?) Continue reading ‘Mau sarapan saja.. jauh-jauh ke Samarinda
’
Pindahan Kantor
Tentunya siapa saja merasakan sensasi pindahan… entah pindah rumah, pindah sekolah, pindah pesawat, pindah bis, dan pindah-pindah yang lain
Tepat di hari Pahlawan ini saya pindahan kantor.. bukan kantornya yang pindah, tetapi saya yang pindah ke kantor lain..
Masih di seputaran Bontang saja sih… Sudah lebih dari 15 tahun saya tercatat “mengabdi” di kantor yang lama, hari ini mulai dengan lembaran baru…., kursi baru (pakai), meja baru (pakai), dll
Perasaan saya hari ini campur aduk.. antara “sedih” meninggalkan “keluarga” lama dan “bertanya-tanya” bagaimana dengan “keluarga” baru saya di kantor yang baru ini. Tetapi saya yakin.. dengan “bekal” yang saya miliki…. saya bakal bisa melewati semuanya dengan baik.. semoga
Continue reading ‘Pindahan Kantor’
Nasi Pecel Bontang
Bontang lagi deh..
Kali ini tentang menu sarapan yang biasa dicari masyarakat Bontang selain lontong sayur, nasi kuning, bubur ayam, coto Makassar,.. apalagi kalau bukan.. nasi pecel. Hari ini hari libur, banyak waktu untuk cari sarapan diluar (kalau hari kerja.. jelas ndak bisa cari sarapan diluar, paling-paling sarapannya nasi kebul-kebul plus kecap dan tempe goreng garitan.. makan dirumah). Denayu sebenarnya sudah beli bubur ayam di pasar, tetapi rasanya kok masih pengen sarapan nasi pecel yang dah lama banget nggak dibeli (kemana aja ya?). Kali ini pilihannya ke Warung Nasi Pecel Bu Emi yang ada di Bontang Baru.. di depan RS Amalia Bontang. Continue reading ‘Nasi Pecel Bontang’
Ikan Bakar di Bontang
Hehehehe… saya merasa tidak adil dengan kota yang sudah 18 tahun lebih “menghidupi” saya ini, lha kenapa tidak… Saya selalu tergerak untuk mengupas cerita-cerita jalan-jalan dan kuliner di Jogja, Jakarta, Solo, dan lain-lain… tetapi saya jarang banget cerita tentang kota Bontang… Waaksss… Bontang? Hmmmm… apa yang bisa saya ceritakan ya? Sebenarnya banyak yang menarik tentang kota Bontang… yang bisa diceritakan disini. Seperti fenomena bisnis rumah makan atau warung makan yang sukanya memberi nama dengan nama kota di Jawa sana.. Soto Lamongan, Gado-Gado Surabaya, Siomay Bandung, Pecel Madiun, Warung Kediri, dan lain-lain.. atau pemberian nama Jalan yang jarang saya temui di kota-kota lain seperti Jalan Kapal Pesiar (padahal itu gang kecil di daerah Lhoktuan), jalan Alexander (nama batu-batuan), dan sebagainya… Suatu saat nanti akan saya ceritakan lengkap disini.. (opss.. kok jadi janji gini sih?)
Continue reading ‘Ikan Bakar di Bontang’

Recent Comments