Ada dua tempat tujuan wisata alam favorit yang bisa menjadi tempat untuk berlibur, ke pantai atau ke gunung. Sebenarnya dua jenis wisata alam tersebut bisa dinikmati di Bali, namun kali ini saya sengaja memilih tema pantai saja sebagai tempat berlibur.. mengingat waktu berlibur yang tidak panjang
Pantai Kuta Bali adalah tujuan utama kami untuk menikmati liburan kali ini, hotel pun sengaja dipilih di kawasan pantai Kuta. Siapa yang tak kenal dengan pantai Kuta Bali? Pernah dinobatkan sebagai tujuan wisata terpopuler dari 10 tempat wisata paling populer di Indonesia oleh salah satu TV nasional. Bisa dikatakan belum ke Bali jika belum menginjak pantai Kuta
Pantai Kuta bisa dinikmati sejak pagi sampai sore, bahkan malam hari
Paling nikmat memang saat matahari terbenam di sore hari, pemandangannya sangat indah, namun di pagi hari dan siang juga asyik untuk dinikmati, tentu saja saya sempatkan nyebur di laut bermain gelombang dengan papan (bukan untuk surfing) yang saya sewa Rp. 40.000,- sepuasnya.
Penjual jasa tatto temporary, cat kuku, dan pijat yang berbaur dengan penjual makanan-minuman dan souvenir bisa ditemui dengan mudah… Unik banget, bahkan saya sempat bikin tatto temporary… tarifnya harus tawar-menawar.. dari harga Rp. 10.0000,- sampai Rp. 100.000,- tergantung besar kecilnya tatto yang digambar. Katanya sih makai pewarna dari tanaman ”pacar” yang akan hilang dalam tempo 2 – 3 minggu… uniknya, tatto temporary yang dilukis itu baru bener-bener kering setelah 3 – 4 jam.. jadi harus hati-hati supaya tida mengenai baju, sofa, jok mobil, sprei, dsb..
Denayu juga mewarnai kukunya dengan lukisan bunga, dan merasakan pelayanan jasa pijat pantai… sekali lagi untuk memakai jasa seperti itu harus dipastikan dulu tarifnya dimuka dan pelayanan apa saja yang akan diterima. Souvenir yang dijual juga lucu-lucu, denayu pun ”mborong” kalung dengan desain etnis yang unik dengan harga Rp. 12.500,- – Rp. 20.000,- per buah.
Tak habis-habisnya obyek yang bisa dinikmati di pantai Kuta, dari alamnya yang memang eksotis dengan pasir putih yang terhampar luas sampai tingkah polah pengunjungnya yang bermacam-macam… dari berjemur (yang ini jelas bukan orang Indonesia), bermain sepak bola pantai, jogging, belajar surfing, atau hanya jalan-jalan menyusuri pantai sambil menikmati indahnya lembayung senja
Indah banget.. dan tidak membosankan, baru saja pulang dari sana dah pengen ke sana lagi… hehehehehe



pernah hampir satu minggu tiap senja nunggu sunset di pantai kuta, kecele terus
di kampung sini malah bisa liat sunset hampir tiap hari, di pinggir kali
30 derajat mah belum panas bener, lha kemarin itu sudah jam empatan sore di tempat liburan 38 derajat
fotonya cakep2 , palagi yg sunset, romantis
>>> di negara empat musim kalau pas musim panas memang lebih panas dari Indonesia…. pernah ngerasain
udah bersih kayaknya sekarang tuch pantai Kuta ya denmas?….pas gw maren masih kotor n gw gak berminat ngabisin waktu di pantai yg terkenal tsb….untung dach klo udah mulai bersih lagi….Dreamland diliat juga gak?..lebih putih sono lho
>>> iya.. sekarang dah bersih, memang saya dulu juga pernah kesana saat pantai Kuta masih kotor sampai-sampai ada mini bulldozer yang lalu-lalang mendorong sampah-sampah di sepanjang pantai… Kemarin pemandangan itu sudah tidak ada:-) Dreamland sudah dilihat bulan Maret 2008 yang lalu, postingannya ada juga kok..
jadi tambah pengen ke bali hehehe apa yang deket dulu ya.. ke bali kpapan eheehhehe
>>> atau kalau mau yang lebih jauh.. ke Balige saja… di Toba Samosir Sumut…