Kalau ada lagu “Semalam di Malaysia”, maka ini bukan judul lagu… tetapi benar-benar terjadi.. Minggu lalu, 7 Mei 2008 saya mendapat kesempatan lagi untuk travelling ke Jakarta untuk urusan pekerjaan yang hanya saya jalani selama 2 jam di sore harinya, maka keesokan harinya pun di tanggal 8 Mei 2008 saya harus kembali lagi terbang ke Kalimantan Timur
Bukan hal yang aneh.. karena saya yakin banyak yang melakukan perjalanan jauh dengan pesawat terbang untuk suatu urusan yang hanya dilakukan semalam saja.. bahkan ada yang berangkat pagi pulang sore… itu biasa..
Bukan soal kenapa hanya pergi semalam saja yang akan saya bahas.. namun saya akan cerita apa yang saya dapatkan selama perjalanan yang relatif singkat itu..
Rabu, 7 Mei 2008 adalah hari pertama rencana Serikat Pekerja PT. Angkasa Pura I (AP I) mogok kerja selama 3 hari menuntut kenaikan gaji, tunjangan hari tua, dan kesehatan masa pensiun. Saya tidak akan membahas mogok kerja itu disini
Sempat khawatir juga apakah saya bisa melanjutkan penerbangan ke Jakarta pagi itu dari Bandara Sepinggan di Balikpapan yang termasuk salah satu dari 13 bandara besar di Indonesia bagian timur yang dikelola AP I. Akhirnya agar tidak terlalu khawatir maka saya sudah siapkan segala sesuatunya untuk tidak jadi ke Jakarta jikalau aktifitas bandara lumpuh akibat mogok kerja itu..
Pagi itu jam 07.05 LT saya sudah berada di dalam pesawat Dash-7 Pelita PK-PKT untuk take off dari Bandara Bontang menuju Balikpapan. Nah.. kalau bisa terbang, berarti Bandara Sepinggan di Balikpapan aman-aman saja, pikir saya. Nice flight.. 35 menit tak terasa karena saya “tertidur”..
Keluar dari pesawat dah dijemput bis bandara… nah.. berarti bandara normal nih.. Tetapi saat itu appron masih sepi sekali.. tidak ada pesawat yang parkir.. sempat bertanya-tanya juga, ini karena masih pagi atau ada kendala sehingga beberapa penerbangan membatalkan penerbangannya ke Balikpapan… Ah.. biarlah, yang penting sudah di Balikpapan.. ya kan? Ruang kedatangan pun sepi… biasanya disambut porter yang menawarkan jasanya, saat itu sambutan pun tidak ada karena porternya memang tidak ada
Lancar-lancar saja.. keluar dari ruang kedatangan sepi sekali.. hanya ada beberapa pak polisi yang berjaga-jaga.. wow.. serem juga nih.. Kebalikannya, di pintu keberangkatan banyak berjubel orang.. wow… katanya sih itu anggota SP yang mogok kerja berbaur dengan para calon penumpang… pemeriksaan barang bawaan agak terganggu karena kekurangan tenaga sehingga mengakibatkan antrian panjang.. loket JP3U pun antri seperti antri minah or mitan or minyak tanah.. loket yang dibuka tidak sebanyak hari biasanya. Syukurlah, ternyata hanya itu saja yang terlihat berbeda, selebihnya normal-normal saja, dan saya pun bisa melanjutkan penerbangan ke Jakarta tepat waktu dengan GA-513 jam 09.10 LT. Saya beruntung bisa melihat langsung kondisi bandara yang di-isyu-kan lumpuh akibat rencana mogok kerja karyawannya..
Penerbangan menuju Jakarta lancar-lancar saja, in flight full meal service yang disediakan juga terkesan biasa saja dan apa adanya tidak seperti beberapa tahun yang lalu.. walau saya bersyukur masih dapat service itu
Yach.. dunia penerbangan Indonesia memang sedang diterpa masalah terutama imbas dari naiknya harga bahan bakar yang menjulang tinggi sampai menyentuh USD 120 per barrel.. Sesampainya di Jakarta saya langsung menuju hotel Bintang Griyawisata di jalan Raden Saleh kawasan Cikini. Hotel bintang *** yang berdiri sejak tahun 90-an. Kamarnya masih cukup representative buat istirahat, walau exterior gedungnya sudah kelihatan kumuh karena lama tidak cat ulang namun interiornya terlihat bersih. Hanya saja spring bed nya menurut saya terlalu empuk, nyerah gitu aja kalau ditiduri.. tidak ada perlawanan..
Siang itu saya makan di Setia Budi-One kawasan Kuningan tidak jauh dari hotel bersama dengan beberapa teman kuliah dulu yang ngantor di daerah itu, kangen-kangenan ceritanya .. Tadinya mau ke RM Dapur Sunda ternyata full booked, masuklah kami di RM Miethai di sebelahnya.. hehehe… dari masakan sunda beralih ke masakan Thailand.. jauh deh
Waduh, sayangnya saya lupa nama makanan yang di pesan, maklumlah.. sebagian besar pakai bahasa Thai gitu loh, jadi lupa deh. Ternyata enak.. (makasih ya Rit, rekomendasinya), ada ayam pandan (ayam di dalam daun pandan yang digoreng), ikan kerapu yang dimasak dengan lemon, mie, dan sup ikan kakap… hhhmmm.. mak..nyus
Selesai makan, saya pun kembali ke hotel untuk siap-siap ikut meeting yang menjadi tujuan utama saya di Jakarta.
Malamnya setelah meeting selesai, saya pun meluncur ke Sency.. Senayan City, memenuhi undangan reuni teman-teman SMA dulu.. setelah hampir 24 tahun tidak ketemu
Reuni diadakan di Urban Kitchen Lt. 5 Sency.. Hahahaha.. ingat acara itu jadi ketawa deh, karena saya datang terlambat.. maka saya diuji dengan menyebutkan nama teman-teman yang datang duluan.. ampun deh, tidak bisa spontan menyebut nama mereka.. perlu berpikir menggali memory yang telah terpendam 24 tahun di otak.. mungkin kalau itu gudang arsip.. udah tersimpan di bagian yang paling dalam.. yang paling susah untuk diambil kembali
Untung tidak ada yang lupa sama sekali, walau penampakan mereka sungguh sangat berbeda dengan jaman SMA dulu… Kami pun bercanda tawa sampai menjelang tutupnya mall.. lucu-lucu deh.. Ternyata mengenang masa SMA sangat menyenangkan.. apalagi kumpul dengan mereka-mereka lagi yang secara tidak langsung pernah ikut “menatah” profil diri kita.. 3 tahun bersama di SMA tentunya banyak kenangan yang terjalin.. banyak yang dipelajari dari mereka… Makasih ya teman-teman…
Kembalinya dari reuni saya tertidur pulas sampai pagi harinya.. jam 6.45 LT saya sudah ada di mobil kantor menuju Bandara Soetta di Cengkareng untuk terbang ke Balikpapan jam 9.00 dengan GA512 . Begitu persis sampai di pintu tol pluit menuju tol bandara, semua kendaraan disuruh memutar kembali.. katanya tol bandara putus, banjir karena tanggul bobol tergerus air pasang.. Aduh.. Indonesia-ku!
Tak dinyana tak diduga.. saya mengalami sendiri putusnya tol bandara akibat banjir yang selama ini hanya saya ketahui dari berita-berita di TV, koran, dan internet. Saat itu pak sopir dan saya dipaksa untuk segera berpikir cepat memutuskan kemana kendaraan ini akan melaju.. diputuskan untuk tetap memasuki tol bandara dan keluar di pintu tol Kamal, mencoba menuju bandara melewati kawasan Kamal dan Cengkareng.. ternyata jalan alternatif pun padat dan macet… kondisi jalan yang tidak memadai membuat beberapa kendaraan terjebak macet.. bahkan ada bis Prima Jasa yang terperosok lubang yang cukup dalam dan berhenti sehingga akhirnya membuat kemacetan semakin parah… Seperti antrian yang didorong dari belakang.. akhirnya mobil kami pun maju sedikit-demi sedikit melewati jalan Daan Mogot dan Tangerang Kota menuju bandara melalui pintu belakang.
Hampir 4 jam di jalan, walhasil saya pun ketinggalan pesawat… hehehehe… Andaikan tahu begini tentunya saya akan berangkat subuh dari hotel
Ada warga negara asing yang notabene tamu Indonesia yang ketinggalan pesawat juga… walau konon katanya mereka sudah naik truk untuk menyeberang genangan air di KM 26 dan KM 27 itu.. Maafkan kami, belum bisa menjadi tuan rumah yang baik
Heran deh.. kenapa sih akses utama menuju Bandara Soetta yang notabene bandara ibukota negara sangat rapuh begitu.. Sudah saatnya para pejabat negara kita tercinta memikirkan jalan keluarnya dengan segera.. dan yang penting merealisasikannya… suatu problem solving yang bersifat jangka panjang, tidak hanya dengan meninggikan tanggul yang suatu saat bisa jebol lagi.. Coba deh kalau ada akses monorail atau kereta api dari kota ke bandara seperti halnya bandara-bandara besar di luar negeri…
Akhirnya saya bisa terbang ke Balikpapan dengan next flight GA514 jam 11.50 LT.. syukur deh..
Semalam di Jakarta.. walau hanya semalam ternyata banyak hal yang bisa saya lihat.. Bagaimanapun hujan batu di negeri sendiri lebih enak daripada hujan emas di negeri orang…




wah hebat ya, semalam bisa dapat aneka rupa pengalaman, itu ayam dibungkus pandannya merangsang sekali, baru tahu ada masakan model gitu, pasti enak ya ?
ngomong soal mogok kerja, kemarin2 rame di jerman pada mogok kerja, dari dokter sampai perkereta apian, bagusnya di sini semua betul2 kompak, hingga biasanya pemerintahan ikut turun menjembatani keduanya, karena kalau nggak yang rugi khan masyarakat pengguna jasanya, itu pejabat2 dibayar sama pajak yang sangat tinggi dr rakyat jerman, jadi kalau mereka nggak bertindak, bisa malu sama rakyat, MALU nya bener2 lho, nggak hanya kata2 doang.
wah.. ayam pandannya enak, rebutan deh.. hehehehe. Tul mbak, mungkin karena disini banyak bambu yang bisa dibikin “gedhek”.. jadi banyak yang “rai gedhek”
di US, ada UU National Security yg akan memenjarakan pekerja sektor publik (air traffic control, dll) jika mogok kerja. Apa benar ya?
bisa jadi gitu yach, apalagi yang menyangkut keselamatan umum… Saya juga belum pernah ke US sih.. baru pengen aja.. hihihihihi