15
Apr
08

Perjalanan ke Enrekang dan Tana Toraja

Siang itu sepulang dari urusan kerjaan di Pare-Pare Sulawesi Selatan, tiba-tiba tercetus ide untuk menengok Tana Toraja yang belum pernah saya datangi. Perjalanan dengan roda 4 menuju Tana Toraja diperkirakan 4 jam.. dihitung-hitung sampai di Rantepao diperkirakan masih “terang”.. Maka setelah menikmati itik goreng dan paleko yang jadi menu makan siang saat itu, kami bertiga pun segera meluncur ke Tana Toraja.. Perjalanan ke Tana Toraja akan melewati Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Enrekang… Jalan yang kami lalui cukup mulus walau tidak terlalu lebar dan sedikit berkelok-kelok.. dimulai dari hamparan sawah hijau nan luas di Kabupaten Sidrap.. sampai pada pegunungan di daerah Kabupaten Enrekang. Dengan ketinggian sekitar 800 m di atas permukaan laut, Enrekang memang daerah penghasil sayur-mayur yang konon ceritanya hasilnya banyak di”ekspor” ke Kalimantan Timur termasuk Bontang dan daerah-daerah lainnya.. :-)

Di tengah perjalanan menuju Tana Toraja.. masih di daerah Kabupaten Enrekang.. tepatnya di Bambapuang, tiba-tiba mata kami dikejutkan pemandangan yang sangat indah.. lembah dan pegunungan yang terhampar luas di depan kami.. Di situ orang banyak menyebutnya dengan Gunung Nona.. sedangkan aslinya gunung tersebut bernama Gunung Buttu Kabobong. Kenapa dinamai Gunung Nona, mungkin itu karena interpretasi manusia terhadap profil atau kontur gunung itu.. Sedangkan “kabobong” sendiri dalam bahasa setempat artinya erotik.. :-) Yang jelas karena saat itu sudah sore dan matahari sudah condong ke barat.. maka pemandangannya pun menjadi semakin eksotis.. pantulan sinar matahari di lereng-lereng gunung membuat profil gunung tampak semakin jelas.. laksana ukiran batu candi..

gunung-nona.jpg

Tentunya kesempatan ini tidak kami lewatkan begitu saja, kami pun berhenti di salah satu warung yang ada di puncak “tertinggi” sehingga kami bisa menikmati pemandangan Gunung Nona.. eh… Gunung Buttu Kabobong sepuasnya… tepatnya di Puncak Indah Mandate.. Dari bagian belakang warung… tampak lembah dengan latar belakang lereng Gunung Nona yang bisa kami pandangi sambil ngopi… :-) Sedangkan dari depan warung, kami bisa menikmati tingginya gunung batu yang tebingnya hampir 90 derajad kemiringannya.

bambapuang.jpg

Setelah puas memandang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Rantepao… sampai Tana Toraja matahari dah hampir terbenam.. diluar gerimis.. udara pun menjadi dingin.. menambah romantisme sore itu.. suasana yang beda dan khas bisa kami dapatkan.. banyaknya bukit-bukit batu yang “mencuat” begitu saja di tengah-tengah hamparan sawah menambah keindahan Tana Toraja.. apalagi hampir setiap rumah dihiasi dengan Tongkonan, bangunan khas Toraja. Karena sudah hampir gelap, maka tawaran ke Kete Kesu obyek wisata terkenal di Tana Toraja itu pun batal.. yach.. next time deh..

tongkonan.jpgAkhirnya kami hanya mampir pasar di jalan Mappanyuki Rantepao yang hampir tutup.. :-) Disitu banyak penjual souvenir khas Toraja.. Saya mencari Pasapu.. topi khas Toraja untuk kaum laki-laki.. maunya yang tinggal pakai di kepala.. Ternyata itu harus dibuat dulu.. dijahit di songkok yang pas dengan ukuran kepala… untuk itu saya harus menunggu kurang lebih 1 jam… :-) Kesempatan itu kami pakai untuk makan malam. Tana Toraja jam 20.00 LT sudah terasa sepi.. apalagi di Makale, ibu kota Kabupaten Tana Toraja.. menambah suasana menjadi semakin dingin… Sayangnya kami harus kembali ke Pare-Pare malam itu juga… setelah Pasapu jadi.. kami pun kembali menyusur liku-liku jalan Tana Toraja – Enrekang – Sidrap – Pare di malam hari selama 4 jam. Kalau dipikir-pikir.. kurang kerjaan yach.. hehehehe… namun saya merasa puas.. satu lagi daerah wisata yang terkenal yang saya lihat.. Next time kalau ada kesempatan saya akan ke Tana Toraja lagi… Semoga :-)


8 Responses to “Perjalanan ke Enrekang dan Tana Toraja”


  1. 1 anno' Apr 15th, 2008 at 11:24 pm

    wowww…
    gile keren sekali boss….
    masih kurang fotonya euy…
    tapi dg kontur2 bukit itu kayak mirip di ranah minang kayaknya…

    o iy foto pasapu nya dunk

    >>> saya belum pernah ke Sumbar nih.. pengen juga sih, baru cita-cita aja :-) Fotonya.. sabar yach..

  2. 2 elyswelt Apr 16th, 2008 at 1:01 pm

    pemandangan gunungnya mengingatkan aku sama pemandangan gunung di pulau madeira, portugis, mirip, berliku-liku begitu.

    >>> Pemandangan di Indonesia tdk kalah dengan pemandangan di Portugis ya? Hebat euy.. :-) Tks infonya

  3. 3 ep Apr 29th, 2008 at 7:27 am

    konnon,katta orang sittu,gunung inni dikassi namma gunung nona karenna bentuknya seperti nona-nona yg sedang tidur (maaf) mexxxkang (ups..)
    mungkin darri sittu namma enrekkang berasal :-)

    >>> wah.. kelewat kreatif tuh… :-)

  4. 4 haswiah Jan 6th, 2009 at 11:04 pm

    you are right, perjalanan ke tana toraja melewati bambapuang sangat indah. i was there even i live at malaysia.

    >>> o ya? Tana Toraja is beautiful tourism destination… I still want to go there :-) Thanks for visiting my blog. Salam kenal

  5. 5 Feby Feb 8th, 2009 at 8:48 am

    Wah, trxta pengagum gng nona bxk jg ya! Oh, ya q i2 brsl dr Enrekang loch! Wlwpun srg ke sn, tp q hx bs mlht gng nona dr atas mbl aja klo q lwt di s2. Pgn bgt dech rsx mliht gng i2 lbh lm, tp gk ada yg mw nemenin q! Q brhrp st saat nnti, kt enrekang bs jd kota agrowisata!

  6. 6 jaya sarita Oct 28th, 2009 at 11:52 am

    Tana TOraja negeri di awan….membuat ku slalu rindu, walaupun ku d kalimantan tp hatiku di tambatkan di TORAJA yg indah, terima kasih TUHAN.

  7. 7 masdar Jan 4th, 2010 at 11:05 pm

    mau donk ke enrekang

  8. 8 Fatma doery Feb 13th, 2010 at 11:15 am

    enrekang eman’k indah dan eksotis…….!!!

Leave a Reply