Sudah seminggu saya gak nge-”blog”..
Bukan apa-apa sih.. selama tugas ke
Senin 17 Maret 2008 jam 11.30 LT, cuaca cukup cerah walau paginya sempat hujan, Pelita Dash-7 PK-PKT tujuan Balikpapan meluncur di landas pacu Bandara Bontang dengan mulus, suara gemuruh dari empat baling-baling tak mengganggu obrolan saya dengan teman seperjalanan di sebelah… Tak ada goncangan yang berarti.. di atas berawan sebagian, membuat bapak pilot melakukan manuver menghindari awan cumulonimbus yang ada disana-sini.. yach.. sesekali bergoyang karena harus menembus awan tebal.. Jam 12.15 LT pesawat mendarat mulus di Sepinggan … walau landasan masih basah pertanda habis hujan.
Pesawat Garuda
Boarding Pass yang saya dapatkan tertulis destination “Denpasar Bali” .. hmm.. apa ada Denpasar yang bukan Bali ya?
Mungkin satu-satunya kota tujuan penerbangan Garuda yang ditulis dengan mencantumkan embel-embel nama propinsinya… Tak dipungkiri.. nama Bali memang lebih terkenal daripada Denpasar.. bahkan katanya di manca negara nama Bali pun lebih terkenal daripada Indonesia.. iya gak sih? Jadi ya maklumlah.. kalau nama Denpasar harus dilengkapi dengan Bali..
Menunggu di Garuda Executive Lounge menggunakan fasilitas GIC tak membuat bosan menunggu waktu boarding. Jam 15.45 LT panggilan boarding GA-545 terdengar.. dengan langkah mantap saya pun melangkah menuju Boeing 737-400
GA-545 harus transit di Makassar dulu sebelum ke Bali, perjalanan ke
Satu lagi yang menarik perhatian saya… aircrew Garuda sekarang tidak lagi didominasi gadis-gadis cantik nan muda belia seperti beberapa tahun yang lalu.. dalam beberapa kali penerbangan dengan Garuda selalu ada senior steward alias pramugara yang bertugas.. dan lebih dari satu orang pula.. Hmm.. sepertinya setelah kejadian GA-200 di Jogjakarta 7 Maret 2007 yang lalu.. Garuda menerapkan kebijakan untuk memperbanyak crew laki-laki.. iya gak? Coba deh perhatiin…
Turun di Makassar disambut hujan lebat dan mendung tebal.. membuat deg-deg’an.. hmmm… tapi pilot sepertinya sudah sangat berpengalaman.. walau dalam kondisi hujan deras bisa mendarat mulus di Hasanuddin tanpa goncangan dan hentakan hard landing.. kok bisa ya?
Selama transit 45 menit di Hasanuddin
No problemo…
45 menit di Makassar tak terasa lama.. Penerbangan ke Bali dilanjutkan dengan pesawat yang sama selama lebih kurang satu jam.. di tempat duduk yang sama pula.. 11E
Cuaca sudah cerah kembali.. perjalanan ke Bali cukup tenang.. sayangnya sampai di atas pulau Bali matahari sudah terbenam.. sehingga bayangan Gunung Agung hanya tampak seperti segitiga gelap yang menjulang di atas awan putih… hmm… Bali memang indah..:-) Mendarat dengan mulus di cuaca yang cerah di Ngurah Rai Bali..membuat tak sabar lagi untuk menjejakkan kaki di pulau Dewata… Bali.. I’m coming..
