Hari ini saya diberi kesempatan lagi untuk on duty tugas keluar kota pulau, kali ini ke Bali.. Beberapa kali mendapat kesempatan keluar kota.. eh keluar pulau.. saya jarang sekali minta disediakan tiket pulang-pergi dari kantor. Salah satu hobby saya adalah traveling, makanya saya paling suka tuh yang namanya travel lodging (bener gak ya istilahnya..:-) Yach.. pokoknya nyari tiket sendiri.. nyari hotel sendiri.. bebas gitu loh. Apalagi sekarang ada fasilitas yang namanya internet… wow mendukung banget deh. Pengalaman surfing di internet mencari hotel yang pas dengan budget dan nyaman.. bisa mendatangkan kepuasan tersendiri. Sayangnya tiket yang bisa dibooking lewat internet setahu saya baru Mandala, Lion, Air Asia, dan Adam Air… Garuda yang mencanangkan dirinya sebagai pengguna pertama layanan reservasi online di Indonesia pun masih mengandalkan call center.. tapi gpp lah.. Dengan call center juga gampang dan praktis kok.. apalagi operatornya ramah-ramah.. hehehehe (ada maunya nih…)
Kali ini saya pilih Garuda dengan membeli tiket melalui call center.. setelah dapat kode pembayaran, kemudahan saya dapatkan lagi melakukan pembayaran melalui internet banking dari meja kerja… praktis deh… Bebas sih, mau pakai ATM, internet banking, atau kartu kredit bisa semua.. dan saya juga pernah menggunakan fasilitas itu semua.. lancar-lancar saja kok.. Eh.. kok jadi iklan sih…
Yang bikin sedih dan surprised adalah kesulitan yang dialami Adam Air akhir-akhir ini dibalik kemudahan yang diberikan pada pelanggan… kalau kita buka websitenya sepertinya udah eksis banget yach.. Tapi yang namanya bisnis, kemungkinan apa saja bisa terjadi… 50 penerbangan Adam Air dari Bandara Soekarno Hatta sekarang tinggal 12 saja… Calon penumpang pun dibiking bingung… Sebabnya tau sendiri kan? Padahal Adamair baru-baru ini menerima Top Brand Award 2008. Top Brand diberikan berdasarkan indikator kekuatan merek yang diberi nama Top Brand Index (TBI) yang diperoleh berdasarkan survey kepada responden dari berbagai lapisan usia dan ekonomi masyarakat di berbagai kota. Survei dilakukan dengan mengukur tiga dimensi, yaitu Mind Share, Market Share dan Commitment Share. Kok bisa ya?
Ada menang.. ada kalah, ada susah.. ada senang, ada kemudahan.. ada kesulitan. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa Adam Air… Kalau dalam teori Life Cycle.. ada daerah yang namanya maturity… daerah comfort zone.. sebelum masuk ke daerah declined… jangan pernah puas dengan apa yang telah dicapai.. waspadalah..
hehehe.. nyambung gak sih? Yang penting… Kuta.. I’m coming….
Gitu aja kok repot…
waduh jadi kangen Kuta nih
ditunggu ceritanya dari Bali yach
@elywelt: ok.. pasti ditulis deh ceritanya..