Manajer atau Pemimpin?

Hiiiihhh… Si Badu gemes banget sama pak Amir atasannya :-) Note: Badu dan Amir bukan nama sebenarnya…. Setiap Badu menyampaikan permasalahan yang ada hubungannya dengan pekerjaan, selalu dijawab ” memang sudah begitu keputusannya kok.. kita tinggal laksanakan saja” atau… “baik, nanti saya sampaikan ke atasan dulu bagaimana keputusan beliau…” .. dan sebagainya.. dan sebagainya… selalu saja jawabannya diserahkan pada atasannya lagi. Padahal selama ini Badu yakin bahwa pak Amir mampu menyelesaikan masalah itu sendiri, toh pak Amir sudah dipercaya untuk memimpin sekian banyak orang… apalagi dia sudah senior.. sudah banyak makan asam-garam dan sudah ikut pelatihan manajemen dimana-mana.. (ikut kuliah MM gak ya? hehehehe)

Pak Amir sekarang memang seorang Manajer.. sesuai SK yang dia terima.. tapi apakah dia bisa dikatakan sebagai Pemimpin? Banyak pelatihan-pelatihan yang telah membahas perbedaan seorang manajer dan pemimpin, media-media manajemen pun tak kalah ketinggalan membahasnya. Tapi tetep aja.. sulit membedakan bagaimana peran seorang manajer dan pemimpin dalam kehidupan organisasi sehari-hari… termasuk saya :-)

Teori mengatakan bahwa seorang manajer mempunyai kekuasaan berdasarkan peraturan dan ketetapan.. SK misalnya, sedangkan seorang pemimpin mendapatkan kekuasaan dari konsesus, harapan, dan komitmen yang dibangun bersama dengan orang-orang yang dipimpinnya. Manajer cenderung menghindari konflik, sedangkan pemimpin menganggap bahwa konflik adalah hal yang wajar untuk proses menuju perbaikan dan itu harus dihadapi dan diselesaikan, bukan diserahkan lagi ke atasannya.. Seorang manajer akan memberi perintah kepada bawahan, sedangkan pemimpin akan menjelaskan apa yang perlu dicapai oleh para pengikut sehingga mereka sadar bahwa mereka sangat mempunyai “arti” dalam penciptaan nilai-nilai perusahaan.. akhirnya mereka pun akan melakukan pekerjaan dengan semangat dan motivasi yang muncul dari dalam dirinya.. bukan karena takut pada perintah. Dan masih banyak lagi….

Memang susah yach.. tapi susah kan berarti tidak bisa.. ya toh. Sepertinya seorang manajer harus mempunyai jiwa seorang pemimpin.. sebaliknya.. punya jiwa pemimpin kalau tidak diangkat jadi manajer… alias manajer “de facto” dan bukan “de jure” .. jadi tidak “sejahtera” juga… apalagi kalau dia bekerja di perusahaan yang bukan perusahaannya sendiri… nah loh?

This entry was posted in Manajemen and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Manajer atau Pemimpin?

  1. wikiwiki says:

    jadi sebaiknya kalo rekrut utk corporate, dipilih orang yg punya potensi jadi leader? :)

  2. denmasrul says:

    @wikiwiki: maunya sih.. hehehe… tapi kan tidak semuanya direkrut untuk jadi leader:-) Kalau semua leader..terus pengikutnya sapa dunk? Tentunya rekrut kan tergantung kebutuhan yach… kompetensi apa yang diperlukan.. CMIIW.. BTW, thanks dah mampir..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>