Hehehe.. saya tidak sedang membahas salah satu daerah di Sumatera Utara
Karo yang saya maksudkan di sini adalah singkatan dari Kepala Biro.. Entah sejak kapan perusahaan dimana saya mengabdi bekerja menggunakan dua istilah Kepala Biro dan Kepala Departemen untuk level yang sama di struktur organisasinya… dan mulai tahun 2008 ini istilah Karo.. eh Kepala Biro dihilangkan dan semuanya disamakan menjadi Kepala Departemen.
Kembali ke masa lalu… eh.. bukannya saya membantah postingan sebelum ini loh (“Dulu bisa kok !?!?”.. ), saya penasaran aja.. kenapa para pendahulu menggunakan dua istilah Departemen dan Biro pada unit kerja yang jelas-jelas levelnya sejajar. Pada waktu kuliah Management Control System saya sempat membaca papernya Prof. Mulyadi “Alternatif Pemacuan Kinerja Personel dengan Pengelolaan Kinerja Terpadu Berbasis Balanced Scorecard” yang salah satu isinya membahas tentang mission center dan service center, bisa jadi pemberian nama Departemen dan Biro, nama yang berbeda untuk unit kerja menunjukkan peran yang berbeda dalam menyediakan nilai bagi stakeholder. Nama “Departemen” diberikan pada unit kerja yang bertanggungjawab atas penyediaan nilai bagi stakeholder secara langsung atau lebih dikenal sebagai mission center. Mission center lebih banyak berada di Direktorat Produksi dan Direktorat Pemasaran yang bertanggung jawab terhadap penyediaan jaminan pemenuhan kuantitas dan kualitas produksi yang diperlukan pelanggan sebagai salah satu stakeholder perusahaan. Sedangkan nama “Biro” diberikan kepada unit kerja pendukung yang bertanggungjawab atas penyediaan layanan bagi mission center dalam rangka penyediaan nilai bagi stakeholder atau lebih dikenal sebagai service center.
Makanya tidak heran… jika Kamtib diberi nama Departemen karena merupakan mission center yang ikut bertanggungjawab atas penyediaan “nilai” bagi stakeholder secara langsung, kalau kondisi tidak aman maka nilai tersebut tidak akan bisa diberikan pada stakeholder dengan baik. Sedangkan Biro Teknologi yang sekarang berganti nama menjadi Pengendalian Proses jelas-jelas tugasnya memberikan support layanan pada mission center Departemen Operasi… sehingga Teknologi pun bisa disebut sebagai service center.
Lalu kenapa sekarang jadi Departemen semua? Hayooo..kenapa? Apa karena semuanya mau jadi misson center. Jangan bertanya pada rumput yang bergoyang lagi ah… Menurut para ahlinya, perubahan struktur organisasi ini menyesuaikan perubahan lingkungan bisnis untuk menyongsong era persaingan bisnis yang semakin ketat kompetitif (ntar kalau ketat dikira pakaian renang.. hehehehe)
Corporate First mungkin sebagai salah satu alasan yang tepat kenapa semuanya berubah nama menjadi Departemen. Dalam kuliahnya, Prof Djamaludin Ancok mengatakan bahwa “A high turbulent change in business environment requires people in a Corporate to work together, sharing resources, information, and knowledge. This will increase the Corporate’s competitiveness” So.. diperlukan kerja sama untuk dapat bersinergi tanpa membeda-bedakan nama unit kerja… iya to?
Songsong (bukan berarti “payung” dalam bahasa Jawa halus.. hehehe) … songsong masa depan dengan penuh keyakinan… You can do it if you believe you can… Semoga berhasil… “Selamat Tinggal Karo..”