SDM Bukan Aset Utama Perusahaan

Tadi malam, jarum jam tepat menunjukkan pukul 20.30, kami sekeluarga dengan jazzidsi meluncur memasuki halaman Mall R, mall terbesar di Bontang yang dibuka tanggal 16 Desember 2007 yang lalu…yach.. masih terhitung baru deh. Kami berniat membeli keperluan sehari-hari di Supermarket R yang ada di Mall tersebut… kutanya ke denayu..mau belanja banyak atau sedikit… dijawablah.. sekalian aja mas.. mungkin banyak.. Kuambil troli alih-alih keranjang merah (hehehe..dalam hati..walau sedikit belanjaannya pun saya akan tetap memilih troli..gak berat ngangkatnya)

Setelah puter sana puter sini ambil keperluan sehari-hari yang harus dibeli sampai satu troli penuh.. (maklum awal bulan…banyak yang dibeli) .. . :-D Tibalah saat membayar di Kasir yang dijaga si embak berseragam coklat kekuning-kuningan yang sudah kelihatan kuyu … Tit..tit..tit… bar code barang-barang yang kami beli pun ditera satu persatu .. selesai sudah..tertera total dilayar komputer ”sekian ratus ribu rupiah”… setelah dibayar, denayu minta struk pembelanjaannya… Lha kok si embak malah gugup… ternyata kertas untuk ngeprint struk belanjaan habis dan print-print-an belanjaan kami numpuk jadi satu sampai gak bisa kebaca… eh ..ternyata si embak gak sadar kalau kertasnya dari tadi dah habis…(mungkin si embak dah bener2 capek kali’) Kami pun juga gak ngira toh… mosok pembeli harus ngecek kertas printer segala.. :-p

Duh…. trus tadi bener gak ngitungnya ya.. kami kan tidak bisa check satu persatu, mana sudah tidak jamannya nempel label harga satu persatu di barang yang dijual…

Herannya.. si embak tetap bersikeras ngasih print-print-an yang numpuk2 dan miring2 ke kami dengan bilang ” adanya ini bu…”.. Hah?? Kutanya, emang gak bisa di print copy lagi? Gak bisa katanya…. Wah, padahal setahuku seperti itu bisa diprint lagi, kan datanya ada didalamnya..lagi pula belum hilang dari layar komputer..ah, pasti si embaknya aja yang gak bisa.. :-)

Males nunggu lama-lama karena tidak ada penyelesaian, kubilang aja.. ”ya sudah, lain kali tidak akan belanja banyak disini, mesinnya gak bisa dipakai untuk belanja banyak” :-) .. sambil ngeloyor pergi.. males kesitu lagi deh jadinya (hehehehe… bakal kehilangan satu pelanggan nih..).

Intinya apa? Ternyata bener kata Jim Collins dalam bukunya Good to Great.. bahwa SDM bukanlah aset utama suatu perusahaan… hanya SDM yang tepat yang merupakan aset utama. Tidak disadari bahwa di dalam suatu perusahaan bisa jadi ada SDM yang tidak memiliki kompetensi atau keahlian di bidangnya.. yang dapat mengecewakan pelanggan.. yang mungkin saja akan membuat pelanggan ”lari”, contohnya si embak tadi. Mungkin Manajer Supermarket R perlu mencari dan menempatkan SDM yang tepat, yang kompeten dan yang ”kuat berdiri” sampai jam 9 malam di meja kasir….. Nah loh….

This entry was posted in Experience, Family, Manajemen and tagged , . Bookmark the permalink.

10 Responses to SDM Bukan Aset Utama Perusahaan

  1. Ojat says:

    “bahwa SDM bukanlah aset utama suatu perusahaan… hanya SDM yang tepat yang merupakan aset utama” lha aku jadi bingung..heehhe tetep aja SDM merupakan aset utama (kalo kompeten dan selalu dijaga/ditingkatkan kompetensinya). jadi waktu merekrut ya kudu yang bener2 kompeten, klo ga malah bisa menghancurkan prusahaan, dari dalam. sekedar opini sih :P hehehe dah lama euy ga maen ke rumah denmas

  2. denmasrul says:

    @ojat: Ya artinya tidak semua SDM (baca: karyawan) bisa menjadi aset utama… hanya SDM yang tepat aja yang bisa dikatakan sebagai aset utama, gitu loh… Bener tuh, rekrutnya harus bener.. Masalahnya tidak sampai disitu saja.. kinerja SDM akan berkembang melalui suatu proses yang cukup panjang.. dari penempatan, training, career planing.. dst itu sangat mempengaruhi “ketepatan” seseorang dalam bekerja…

  3. suharyoso says:

    MM betul SDM yang kompeten ajalah yang merupakan asset perusahaan namun bagaimana dengan karyawan yang
    saat ini kita miliki ???>…. menurut “good to great” nya Jim Collins… Karyawan yang begini harus go out from the bus…
    caranya bisa macam-macam lah ….agar yang kompeten mendapat kesempatan untuk maju kedepan, naik ke
    atas……Ini lebih penting dari pada memelihara karyawan yang nunggu gajian setiap tanggal 25 aja….
    dan bagaimana dengan yang sebenarnya masih punya semangat namun tidak ada kesempatan naik…..ini yang
    kadang bikin putus asa dan frustasi dikalangan kita….mungkin masih mending kalau karyawan yang ber-
    sangkutan bisa menyalurkan diri lewat kegiatan posistip bagi perusahaan ….lha kalau tidak malah
    akan jadi masalah …khan….

  4. jokosant says:

    Inilah contoh penggunaan technology yang canggih tetapi karena SDM yang tidak kompeten jadinya malah boomerang bagi perusahaan. Nah mengutip kuliah strategic Leadership, memilih anggota dalam organisasi adalah yang paling krusial, demikian pula dalam menempatkan anggota organisasi pada tempat yang tepat sehingga pada akhirnya organisasi tersebut mendapatkan aset yang sangat potensial. kali ya…..

  5. denmasrul says:

    @suharyoso: thx, sip deh mas… btw, setiap tanggal 25 saya juga seneng loh mas.. hehehehe

    @jokosant: iya mas.. teknologi bisa sebagai akselerator untuk mencapai kinerja tinggi jika itu memang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan digunakan tepat guna… iya kan? :-)

  6. romopong says:

    wah kalau masuk ke lingkungan MM, referensinya serba kata buku karangan ini itu.
    hebat or hueeebat ya?
    saya sih sukanya yang simple-simple saja, tidak perlu referensi buku yang top (soalnya bacaan saya hanya kenapa stoner bisa menang di gp motor qatar tadi pagi, terus kenapa indonesia di all england jeblok, terus terus lagi, he he).
    ngomong-ngomong SDM, ya menurut saya sih dia tetap aset utama.
    perkara dia menjadi kompeten atau tidak ya tanggung jawab dari para petinggi and manager perusahaan itu, bagaimana dia bisa dikembangkan.
    dalam rekrut awal, kita tentunya tidak mencari sdm yang sudah jadi, karena ya mahal kalau gitu.
    yang penting adalah sdm baru tersebut harus bisa dikembangkan. modal dasarnya adalah motivasi untuk belajar dan bekerja dari sdm itu.
    selanjutnya sistim internal perusahaan yang akan menggodoknya menjadi sdm kompeten.
    jadi sdm merupakan aset utama sedangkan sistim internal adalah katalisnya.
    kalau gak salah perumpamaan batu hitam kuat akhirnya akan tergerus oleh tetesan air, cocok dipakai disini.
    yang kita usahakan adalah kucuran air mempunyai driving force yng lebih besar sehingga batu itu akan lebih cepat rubuh.
    itu tadi ilmunya stoner ya, latihan keras untuk mencapai juara dunia.
    kita tunggu saja doni tata bisa berjaya tidak di 250cc (onio hubungane ora yo?)

  7. denmasrul says:

    @romopong: namanya saja S2..romo, harus ada referensinya….. kan yang penting SOTA nya, state of the arts.. bagaimana referensi itu bisa diterapkan pada masa kini.., eniwei.. thanks yach.. :-D

  8. vitha says:

    btul..btul..btul…SDA itu aset….

  9. annyQ says:

    tp mngapa menurtu PSAK SDM bkan aset perusahaan…

  10. annyQ says:

    adakah laporan tersendiri untuk SDM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>