Sejak 1 Maret 2008 yang lalu, saya mulai pegang pakai gadget handphone dual gsm MyG 889… yakin deh.. tidak semuanya tau type HP keluaran mana tuh.. Itu untuk memenuhi rasa penasaran saya terhadap tarif murah-murahan provider GSM di Indonesia. Saya pakai Matrix Strong dan XL bebas yang katanya mulai 5 Maret 2008 tarifnya mendekati gratis Rp. 0,0000….1 per detik (bisnis jualan kok gratis ya? Gak mungkin deeeehh…hehehehehe). Coba deh, saya mau tau apa bener pengeluaran biaya telpon saya bisa turun jika saya gunakan yang “termurah” itu.. :-p Mau pakai yang mana, tentunya menyesuaikan nomer tujuan.. ya toh.. kalau ke nomer Indosat saya akan pakai Matrix strong yang Rp.500,- menit, kalau ke nomer XL saya pakai XL bebas yang tarifnya murah banget (katanya loh.. soalnya kalau nelpon ke operator lain, tarifnya sama aja mahal.. Rp. 3000,- di dua menit pertama). Por inpo, Sebelumnya saya selalu pakai nomer Halo Telkomsel untuk menghubungi kemana-mana (sssttt.. Telkomselnya masih kok..gak dibuang).
Yang menggelitik di benak saya adalah iklannya MyG, yang “mengaku” sebagai brand lokal itu loh… alias produk Indonesia.. Cermati kata-kata dalam berita Kompas.com tanggal 7 Februari 2008 : “Tiga ponsel baru dari MyG Mobile mewarnai pasar ponsel dengan brand lokal. My-G Mobile adalah salah satu vendor seluler terbaru dari Indonesia yang mendapat pasokan produksi dari pabrik di China. “Kami masuk pasar lokal sejak November 2007 lalu di Aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang dan Jayapura. Kami berharap ponsel dengan brand lokal ini bisa menduduki posisi keenam di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini,” kata Agus Salim Direktur Utama MyG Mobile kepada pers di Jakarta, saat peluncurannya Selasa (29/1).
Tentunya tidak hanya MyG saja yang mengklaim brand lokal… ada Hitech, startech, mito, dsb.. Saya jadi bingung, yang disebut lokal tuh lokal mana? Apa bener dari Indonesia semuanya? Padahal kalau dicermati lebih mendalam.. produk-produk tersebut kan didatangkan dari China.. mungkin memang benar merakitnya di Indonesia.. tapi apakah ada bagian dari gadget tersebut yang dibikin murni di Indonesia? Kalau yang dimaksud lokal adalah brand-nya atau merk-nya.. gak juga tuh… kenapa “MyG” tidak diberi merk “G-ku”…
Yach.. tanyakan pada rumput yang bergoyang, atau mungkin teman-teman ada yang bisa memberikan pencerahan… Sudah waktunya kita bangga dengan produk dalam negeri.. tapi kalau ternyata yang di dalam negeri hanya merakitnya saja .. so what gitu loh…
Ayo.. maju bangsaku.. maju negeriku !!! Indonesia tercinta… :-*