Banyak perusahaan yang punya visi menjadi perusahaan kelas dunia. It’s normal, di era globalisasi seperti ini visi seperti itu memang dibutuhkan. Hmmm… tapi coba deh, kalau kita kebetulan ditanya, perusahaan kelas dunia tuh yang bagaimana sih? Buat kita yang di Indonesia mungkin ada yang berpikir bahwa perusahaan kelas dunia karyawannya harus dibayar pakai “dollar”… bukan “yen”.. yen kelingan.. yen duwe duit..
Prosedur, kebijakan, instruksi kerja harus dalam bahasa Inggris… weleh.. yes..little-little sih I can..
Tapi apa memang harus begitu?
Minggu lalu ikut kuliah Strategic Leadership-nya Prof. Ancok, salah satu topiknya adalah membahas tentang world class company characteristics diantaranya sebagai berikut: punya standar kinerja, peduli pada kualitas barang dan jasa yang diproduksi, fokus pada pelanggan, mampu mengantipasi perubahan dengan cepat, punya global vision dan strategi untuk mencapainya, tidak puas dengan status quo, mampu memberdayakan karyawan, dan sebagainya…dan sebagainya. Tidak ada persyaratan karyawan harus dibayar dalam “dollar” ya toh..?
î
Hehehehe.. baru ngeh deh.. setelah dapat pencerahan di kuliah kemarin.. padahal udah sering neriakin yel-yel.. “yesss..kelas duniaaa…!” Harusnya semua karyawan dan semua yang terlibat tau banget apa artinya “kelas dunia” jikalau mau menggapai mimpi itu bersama-sama… Coba deh, diskusikan dengan rekan-rekan kerja diseputaran kita…”kelas dunia tuh bagaimana sih?”
WOW…..kalau begitu yang namanya klass dunia itu tidak cuma
produksinya, standart produknya….namun kita kayaknya ha-
rus melihat diri kita …kelas dunia yang mana ya???
SDMnya , perusahaannya, atau cuma visi dan misinya yang
hingga saat ini masih diangan-angan??
@suharyoso: thanks for leaving a comment, ditunggu comment2 selanjutnya yach..
kalau gak salah, si kribo ahmad albar pernah bilang kalau dunia ini hanya sandiwara…. so kelas dunia adalah hanya kelas sandiwara….. so (lagi), hanya seperti sinetron yang sekarang merebak di tv kita, atau kelas broadway dengan tampilannya yng terus menawan dunia, atau sekelas ketoprak humor yang sekarang sudah lenyap, atau sekelas extravagansa yang sekarang tambah menarik karena luna maya sudah masuk ke situ menggantikan maya, atau atau yang lain.
jadi sebenarnya kelas dunia hanyalah kelas yang diciptakan oleh dunia yang lebih maju dibanding kita.
bisa sebagai pendorong bagi kita untuk maju, tetapi di sisi lain bisa juga sebagai senjata dunia maju untuk menghambat kemajuan negara kayak kita.
menurut saya yang utama adalah bukan kelas dunianya, tetapi kemampuan kita untuk menghasilkan yang terbaik, yang bermanfaat buat kita dan lingkungan dengan cara-cara yang bermartabat.
mungkin kalau kita rubah jadi kelas akhirat, lebih afdol ya denmas…
@romopong: ada gak ya perusahaan yang visinya “menjadi perusahaan kelas akhirat di bidang industri bla.. bla.. bla..”…. hihihihihi